Polemik Pilkada lewat DPRD, Megawati: Rakyat Berdaulat jika Pemimpin Dipilih Langsung

16 hours ago 7

loading...

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut menyinggung sistem Pilkada di Indonesia saat peringatan HUT ke-53 PDIP sekaligus pembukaan rangkaian Rakernas I di BCIS, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). Foto: PDIP

JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut menyinggung sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia. Sistem pilkada kini belakangan menjadi perbincangan menyusul usulan kepala daerah dipilih DPRD.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa dalam pidato pembukaan Rakernas I PDIP, Megawati mengingatkan spirit reformasi itu harus benar-benar dijaga. Kedaulatan berada di tangan rakyat menjadi dasar dalam menentukan pemimpin, dalam kaitan ini kepala daerah.

Baca juga: Kecam Keras Intervensi AS ke Venezuela, Megawati: Wujud Neokolonialisme dan Imperalisme Modern

"Dengan rakyat yang berdaulat, dengan pemimpin dipilih secara langsung, ini tidak hanya memperkuat legitimasi pemimpin, tapi juga tanggung jawab pemimpin untuk menghasilkan program-program sesuai aspirasi rakyat yang digali ketika kampanye," ujar Hasto mengutip pernyataan Megawati usai pembukaan Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Meski begitu, PDIP akan melakukan pencermatan secara seksama terkait sistem Pilkada mendatang. Terlebih, partainya juga telah menerima banyak masukan dari elemen masyarakat hingga struktur partai yang mengharapkan forum Rakernas ini dapat mengambil keputusan politik untuk menjaga demokrasi yang melibatkan partisipasi rakyat secara luas.

"Namun, sikap politiknya, karena nanti kami akan mendengarkan seluruh usulan-usulan DPD, akan dibacakan saat penutupan Rakernas," kata Hasto.

"Sikapnya bagaimana, alasan filosofis, ideologis, dan juga dari manajemen penyelenggaraan pemilu, itu semua akan menjadi bagian dari rekomendasi Rakernas. Jadi belum diputuskan," tuturnya.

(jon)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |