loading...
PM Denmark Mette Frederiksen tegaskan Sekjen NATO Mark Rutte tak punya mandat atas nama Greenland untuk bernegosiasi dengan Presiden AS Donald Trump. Foto/via Anadolu
LONDON - Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen menyampaikan kemarahan yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte setelah bos sekutu itu bernegosiasi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait nasib Greenland. Frederiksen menegaskan bahwa kedaulatan Greenland tidak dapat dinegosiasikan.
"Sejauh yang saya pahami, NATO dan Presiden AS (Donald Trump) telah berbicara tentang peningkatan keterlibatan NATO di wilayah utara dan Arktik," kata Frederiksen kepada media Denmark setelah pertemuannya dengan PM Inggris Keir Starmer di Chequers, kediaman resmi Starmer di Buckinghamshire, pada Kamis.
Baca Juga: Trump Umumkan Kesepakatan dengan NATO: AS Dapat Akses Total dan Permanen di Greenland
"Kami senang dengan hal itu. Itu adalah sesuatu yang telah kami minta dari pihak Denmark," katanya, menurut siaran stasiun televisi Denmark, DR.
Namun, dia menegaskan kembali bahwa NATO tidak dapat bernegosiasi atas nama Denmark dan Greenland. "[NATO] tidak memiliki mandat untuk bernegosiasi atas nama Denmark dan Greenland tentang hubungan kita," kata Frederiksen.
Pernyataannya disampaikan setelah bos NATO Mark Rutte dan Trump bertemu di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di tengah ketegangan antara sekutu di Eropa dan AS tentang upaya Trump untuk mengakuisisi Greenland.
Trump mengumumkan tak lama setelah pertemuan tersebut bahwa kerangka kerja untuk kesepakatan potensial yang melibatkan Greenland dan wilayah Arktik yang lebih luas telah ditetapkan.
Frederiksen mencatat bahwa, seperti yang dia pahami, NATO dan Trump telah berbicara tentang peningkatan keterlibatan NATO di Kutub Utara dan di wilayah Arktik.


















































