Pidato Powell Guncang Pasar, Harga Emas Antam Hari Ini Melambung Rp17.000

6 days ago 9

loading...

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melambung hari ini, Sabtu (23/8). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melambung hari ini, Sabtu (23/8), dengan kenaikan signifikan sebesar Rp17.000 per gram. Harga emas Antam tercatat menjadi Rp1.933.000 per gram, sejalan dengan penguatan harga emas global yang dipicu oleh sentimen dari pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell.

Kenaikan ini juga berlaku untuk harga buyback atau harga jual kembali emas batangan, yang juga naik Rp17.000 menjadi Rp1.779.000 per gram. Momentum penguatan ini terjadi setelah harga emas Antam sempat mencatatkan kenaikan sebelumnya.

Di pasar global, harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan kemarin, dan melaju positif sepanjang minggu ini. Harga emas dunia di pasar spot tercatat USD 3.371,09 per troy ons, bertambah 0,95% dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tak Terbendung, Hari Ini Naik Lagi ke Rp1.916.000/Gram

Lonjakan harga emas ini didorong oleh perkembangan dari Amerika Serikat (AS), khususnya simposium tahunan bank sentral Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Gubernur Jerome Powell dalam pidatonya mengindikasikan bahwa The Fed terbuka terhadap kemungkinan penurunan suku bunga acuan pada rapat bulan depan.

Menurut laporan Bloomberg, Powell menjelaskan bahwa stabilitas tingkat pengangguran dan berbagai indikator pasar tenaga kerja lainnya memungkinkan The Fed untuk "memulai proses mengubah posisi (stance) kebijakan moneter dengan hati-hati."

Meski demikian, Powell tetap menggarisbawahi adanya risiko yang harus diperhatikan. "Pergeseran keseimbangan bisa jadi mengubah stance kebijakan kami," ujarnya, mengindikasikan bahwa The Fed siap menyesuaikan kembali kebijakan jika kondisi ekonomi berubah.

Pernyataan Powell ini langsung memicu kenaikan harga emas. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), menjadi lebih menarik ketika suku bunga turun. Investor cenderung beralih ke emas saat biaya peluang memegang aset berimbal hasil seperti obligasi berkurang.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |