loading...
PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) dijadwalkan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 September 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) dijadwalkan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 September 2026 dengan harga penawaran umum perdana (IPO) di kisaran Rp130-Rp140 per saham. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat ekspansi bisnis di industri kesehatan melalui pengembangan produk berbasis riset dan inovasi.
Dikutip dari keterangan resmi, Minggu (30/8/2026), perseroan membawa model bisnis yang mengintegrasikan riset, inovasi, manufaktur, dan komersialisasi produk kesehatan untuk menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap produk kesehatan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,21% ke 6.535
Berbasis pada ekosistem Universitas Gadjah Mada (UGM), SWAP mengembangkan sejumlah produk yang mencakup alat kesehatan, produk herbal, hingga pangan fungsional. Model bisnis tersebut menjadi salah satu karakter perseroan di tengah perkembangan industri kesehatan nasional.
Kinerja perseroan juga menunjukkan pertumbuhan pada paruh pertama 2026. Pendapatan SWAP pada semester I-2026 tumbuh sekitar 77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara kerugian bersih berhasil ditekan secara signifikan.
Pertumbuhan pendapatan tersebut menunjukkan adanya momentum pengembangan bisnis perseroan. Namun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan sekaligus meningkatkan kemampuan menghasilkan laba dan arus kas secara konsisten.
Baca Juga: IHSG Tertekan, Dibuka Melemah 0,24% Tinggalkan Level 6.400
Melalui IPO, SWAP berencana menggunakan dana hasil penawaran umum antara lain untuk mendukung modal kerja, pengembangan produk dan fasilitas, kegiatan pemasaran, serta pembayaran kewajiban perseroan. Aksi korporasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat posisi SWAP dalam industri healthcare.
(nng)

















































