Pertemuan Prabowo-Ulama Diharapkan Redakan Eskalasi Politik dan Sosial yang Memanas

8 hours ago 6

loading...

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah ormas Islam menandai fase penting dalam upaya meredakan eskalasi politik dan sosial. Foto/SindoNews

JAKARTA - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah ormas Islam menandai fase penting dalam upaya meredakan eskalasi politik dan sosial. Agenda yang membawa pesan persatuan dan tantangan bangsa itu disambut baik oleh banyak pihak, termasuk kalangan aktivis dan masyarakat sipil.

Pertemuan ini terjadi di tengah riuhnya dinamika politik Jakarta dan nasional. Ketidakpuasan publik atas kenaikan biaya hidup, kebijakan pajak, hingga sorotan pada gaya hidup pejabat menjadi bara yang menyulut amarah. Di titik ini, pertemuan antara Presiden dan ulama seolah menjadi jembatan untuk meredam tensi. Ulama memiliki kharisma yang mengakar di tengah umat, sementara negara punya instrumen kebijakan untuk menjawab kegelisahan.

Kedewasaan negara diuji saat gelombang protes rakyat makin mengeras. Tugas negara bukan sekadar mengamankan demonstrasi, melainkan mendengar dan mengolah aspirasi menjadi tindakan solutif. Pertemuan dengan ormas Islam patut diapresiasi, tetapi harus dipahami bahwa simbol persatuan tidak akan cukup tanpa langkah konkret di lapangan. Presiden perlu memastikan pesan yang dibawa ulama tidak hanya berhenti sebagai retorika, melainkan menjadi dasar pengambilan kebijakan.

Baca juga: Prabowo Dialog dengan 16 Ormas Islam Sikapi Situasi Nasional, Ajak Masyarakat Lebih Tenang

"Kami menilai, kehadiran ulama dalam momen ini adalah kekuatan moral yang strategis. Mereka bukan hanya penyejuk hati umat, tetapi juga penuntun arah bangsa. Namun, ulama tidak boleh dibiarkan berdiri sendiri. Negara harus bergandengan tangan dengan para kiai, habib, dan cendekiawan Muslim untuk membangun dialog kebangsaan yang tulus. Dalam konteks ini, JAN menekankan pentingnya kontinuitas pertemuan, bukan sebatas seremoni belaka," kata Ketua Jaringan Aktivis Nusantara Romadhon Jasn, Sabtu (30/8/2025).

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |