loading...
Direktur Utama Indobursa Exchange, Agung Rihayanto. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Indobursa Exchange (IX), bursa komoditas terbaru di Indonesia, secara resmi meluncurkan perdagangan minyak kelapa sawit mentah (CPO) pada 25 Juli 2025. Pada pekan pertama operasionalnya, volume transaksi perdagangan CPO di bursa ini berhasil mencapai 10.725 ton, sebuah capaian yang menandai langkah signifikan Indonesia untuk menjadi pusat acuan harga komoditas global.
Direktur Utama Indobursa Exchange, Agung Rihayanto, menyambut baik peluncuran ini. Menurutnya, kehadiran IX adalah langkah strategis dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai penentu harga komoditas global. "Kami optimistis, bursa ini akan menjadi platform krusial yang meningkatkan transparansi dan daya saing perdagangan CPO nasional," ujar Agung dalam pernyataannya, Minggu (3/8).
Baca Juga: Dapat Perlakuan Khusus, Tarif CPO dan Nikel Masuk AS Kurang dari 19%
Agung menjelaskan bahwa kunci keberhasilan dalam mencapai volume transaksi di pekan pertama adalah likuiditas perdagangan yang kuat. Oleh karena itu, IX memastikan mekanisme transaksi di bursa melibatkan market maker kredibel yang memiliki jaringan luas.
Para market maker ini tidak hanya berperan sebagai penyedia likuiditas, tetapi juga memiliki kapabilitas untuk melakukan lindung nilai di bursa global. Strategi ini dirancang untuk menjamin kedalaman pasar sejak awal dan memberikan keyakinan kepada para hedger bahwa transaksi mereka dapat dieksekusi secara efisien.
IX menghadapi tantangan untuk meyakinkan para pelaku usaha CPO agar mau bertransaksi di bursa domestik. Menjawab tantangan ini, IX mengambil langkah proaktif dengan menjamin likuiditas pasar melalui kehadiran market maker profesional dengan jaringan internasional. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua partisipan dapat melakukan transaksi jual beli dengan mudah dan efisien, sehingga memperkuat pasar komoditas dalam negeri.
Di sisi lain, IX juga berupaya mengatasi tantangan untuk meningkatkan partisipasi investor. Untuk itu, IX akan menggelar program edukasi secara masif guna memperkenalkan instrumen investasi komoditas berjangka, khususnya CPO, kepada masyarakat Indonesia. Manajemen IX meyakini bahwa peningkatan partisipasi publik akan berdampak langsung pada pendalaman likuiditas pasar, sebuah pola yang telah menjadi standar kesuksesan di bursa-bursa global terkemuka.