Pasukan Khusus AS Begitu Mudah Tangkap Maduro, Ngapain Aja Paspampres Venezuela?

1 day ago 6

loading...

Pasukan khusus Amerika Serikat begitu mudah menangkap Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Kerja Paspampres Venezuela dipertanyakan. Foto/Truth Social @realDonaldTrump

CARACAS - Pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) begitu mudah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores di kamar tidur markas militer pada Sabtu dini hari. Yang menjadi sorotan adalah peran pasukan pengamanan presiden (Paspampres) Venezuela yang terkesan tidak berkutik.

Secara formal, Presiden Maduro semestinya dilindungi setidaknya tiga lapis pasukan. Pertama, Casa Militar atau Paspampres-nya Venezuela, unit elite Bolivarian, dan pasukan intelijen internal.

Dalam kondisi normal, penangkapan langsung Presiden Maduro dan istrinya oleh pasukan asing nyaris mustahil. Tapi fakta justru sebaliknya. Ada tiga kemungkinan yang terjadi: kolusi internal, kelengahan ekstrem, atau pun operasi pengelabuan tingkat tinggi pasukan khusus dan intelijen AS.

Baca Juga: Begini Cara Pasukan Khusus Delta Force dan CIA Amerika Menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Sumber-sumber AS telah mengungkap cara operasi pasukan khusus Delta Force dan Badan Intelijen Pusat (CIA) yang dengan mudah menculik Maduro dan istrinya pada Sabtu dini hari.

Menurut mereka, aksi tersebut termasuk salah satu operasi AS paling kompleks dalam beberapa waktu terakhir telah dilakukan sejak lama dan termasuk latihan terperinci.

Delta Force bahkan membuat replika persis rumah persembunyian Maduro dan berlatih bagaimana mereka akan memasuki kediaman yang sangat terlindungi tersebut.

Sedangkan CIA memiliki tim kecil di lapangan sejak Agustus yang mampu memberikan wawasan tentang pola hidup Maduro yang membuat penangkapannya berjalan lancar.

Dua sumber lain mengatakan kepada Reuters, Minggu (4/1/2026), bahwa badan intelijen juga memiliki aset yang dekat dengan Maduro yang memantau pergerakannya dan siap untuk menentukan lokasi tepatnya saat operasi berlangsung.

Dengan semua persiapan yang matang, Presiden AS Donald Trump menyetujui operasi tersebut empat hari yang lalu, tetapi para perencana militer dan intelijen menyarankan agar dia menunggu cuaca yang lebih baik dan tutupan awan yang lebih sedikit.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |