NASA Temukan Tempat Misterius yang Mengejutkan di Bulan

4 hours ago 5

loading...

Tempat Misterius yang Mengejutkan di Bulan. Foto / NASA

NEW YORK - Para ilmuwan baru saja menemukan kawah tumbukan raksasa di Bulan, yang terbentuk akibat tabrakan dahsyat yang terjadi sekitar dua tahun lalu.

Kawah tumbukan yang baru ditemukan di Bulan memiliki dinding yang curam, lebarnya sekitar 222 meter dan kedalamannya hingga 43 meter.

Saat ini, ini adalah kawah tumbukan baru terbesar yang diketahui di Tata Surya, menawarkan kesempatan unik bagi para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana tabrakan kosmik telah mengubah permukaan Bulan. Yang perlu diperhatikan, peristiwa ini awalnya sama sekali tidak terdeteksi pada saat terjadi.

Para peneliti memperkirakan bahwa peristiwa sebesar ini hanya terjadi sekitar sekali setiap 132 tahun. Oleh karena itu, penemuan ini dianggap sebagai "harta karun" ilmiah pada saat NASA sedang mempersiapkan rencana untuk mengembalikan manusia ke Bulan dan membangun fasilitas operasional permanen di sana.

"Ini adalah pengamatan dengan probabilitas kejadian yang sangat rendah, secara statistik hampir merupakan peristiwa sekali seumur hidup," tulis tim peneliti dalam salah satu dari dua makalah yang diterbitkan pada 16 September di jurnal Science Advances.

Kawah tumbukan yang baru ditemukan ini terletak di sisi dekat Bulan, yaitu sisi yang selalu menghadap Bumi. Wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA merekamnya pada Mei 2024, tak lama setelah sepotong puing dari asteroid atau komet menabrak permukaan Bulan.

Yang mengejutkan, dampak dahsyat ini tidak terdeteksi secara langsung oleh teleskop di Bumi dan di luar angkasa. Sebuah peristiwa yang cukup kuat untuk menciptakan kawah dengan lebar lebih dari 200 meter terjadi tanpa sistem pengamatan saat ini mampu mendeteksinya.

Hal ini sebagian disebabkan oleh jumlah data yang sangat besar yang dikumpulkan oleh LRO. Gambar sudut lebar yang diambil oleh wahana antariksa tersebut telah disimpan dalam basis data untuk waktu yang lama dan baru dikenali oleh para ilmuwan pada Agustus 2025.

LRO kemudian melanjutkan pengumpulan citra dengan resolusi lebih tinggi pada musim gugur lalu. Konfirmasi resmi penemuan tersebut diselesaikan awal tahun ini.

Kawah tumbukan tersebut dinamai menurut nama Thomas McGetchin, mendiang direktur Lunar and Planetary Institute di Houston.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |