Mencuat Kabar Ambil Alih Paksa BCA, Didik Ingatkan Bisa Merusak Tatanan Perbankan

1 week ago 5

loading...

Isu akuisisi 51% saham BCA oleh negara mendapatkan respons dari Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J Rachbini yang menurutnya menyesatkan. Foto/Dok

JAKARTA - Isu akuisisi 51% saham PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) oleh negara melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mendapatkan respons dari Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J Rachbini yang menurutnya menyesatkan. Bahkan menurutnya bisa merusak kebijakan sistem keuangan dan perbankan pasca reformasi.

"Ada saja akhir-akhir ini narasi dan ide berbahaya yang tidak waras. Tidak ada angin, tidak ada sebab, tiba-tiba ada narasi dan usul yang datang dari partai politik dan DPR agar pemerintah mengambil alih paksa saham BCA," ungkap Didik J Rachbini dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).

Terang Didik, Ide “hostile take over” seperti ini jika digiring ke politik dan kekuasaan sangat berbahaya karena jika diteruskan sistem ekonomi politik Indonesia akan rusak dan menyesatkan. Semestinya ide tersebut tidak perlu dindahkan karena akan merusak tatanan perbankan.

Baca Juga: CEO Danantara Buka Suara Soal Isu Akuisisi Mayoritas Saham BCA

"Setelah restrukturisasi yang melelahkan dan bahkan menyakitkan. Kondisi perbankan sebenarnya sudah bertransformasi cukup kuat. Ini merupakan kebijakan sistem keuangan dan perbankan pasca reformasi. Narasi sesat yang bergulir ini akan merusak sistem yang sudah berkembang baik selama ini," paparnya.

Ia coba mengingat krisis nilai tukar pada tahun 1998 menghancurkan perbankan yang sangat rapuh ketika itu. Namun krisis merupakan cambuk untuk memberbaiki tatanan perbankan melalui restrukturisasi dan perbaikan arsitektur kelembagaan perbankan agar semakin kuat.

Menurut Didik, hasilnya cukup baik dan sangat mengesankan. Krisis hebat ekonomi global tahun 2008 pasar modal ambruk lebih buruk daripada tahun 1998. Namun perbankan sudah lebih kuat dan tahan terhadap guncangan krisis tersebut.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |