loading...
China dan Korea Selatan menandatangani kerja sama dagang dalam kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Beijing, Senin (6/1). FOTO/AP
BEIJING - China dan Korea Selatan menandatangani 24 kontrak ekspor senilai USD44,11 juta atau setara Rp737 triliun dalam kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Beijing, Senin (6/1). Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama pertemuan diplomatik tingkat tinggi kedua negara yang berlangsung selama empat hari, 4–7 Januari 2026, sekaligus menandai pemulihan hubungan ekonomi bilateral setelah sempat merenggang.
Penandatanganan kontrak dilakukan di sela Forum Bisnis China–Korea Selatan yang dihadiri sekitar 400 perwakilan dari 161 perusahaan Korea Selatan, termasuk Samsung, SK Group, Hyundai Motor Group, dan LG Group. Forum ini digelar untuk membuka kembali ruang dialog dan kerja sama ekonomi strategis antara Beijing dan Seoul.
Presiden Lee Jae Myung dalam forum tersebut menegaskan perlunya terobosan baru dalam kemitraan ekonomi kedua negara. "Kecerdasan buatan, industri barang konsumsi, dan konten budaya akan menjadi pilar utama kerja sama ke depan, sekaligus fondasi untuk memperluas kolaborasi di sektor manufaktur dan jasa," kata Lee di hadapan pelaku usaha China dan Korea Selatan dikutip dari SCMP, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: Serangan AS ke Venezuela, China Dipaksa Hengkang dari Amerika Latin
Delegasi bisnis Korea Selatan dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh industri papan atas, antara lain Chairman Samsung Electronics Lee Jae-yong, Chairman SK Group Chey Tae-won, Chairman Eksekutif Hyundai Motor Group Chung Euisun, serta Chairman LG Group Koo Kwang-mo. Dari pihak China, forum dihadiri perwakilan perusahaan besar seperti Alibaba, Tencent, dan Sinopec.
Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan menyatakan kontrak ekspor tersebut dihasilkan melalui konsultasi bisnis satu per satu, pemaparan peluang investasi, serta pameran produk konsumen unggulan Korea. Selain kontrak ekspor, kedua negara juga menandatangani 15 perjanjian kerja sama di bidang teknologi, perdagangan, transportasi, dan perlindungan lingkungan dalam pertemuan puncak Presiden Xi Jinping dan Presiden Lee.

















































