Kisah Hikmah : Antara Niat dan Catatan Amal

4 days ago 10

loading...

Kisah ini tentang orang yang awalnya menolak buku catatan amalnya sendiri gegara dianggap terlalu baik, tidak sesuai dengan amal sebenarnya. Namun ia mendapatkan pahala besar sebab niatnya. Foto ilustrasi/ist

Kisah hikmah ini bercerita tentang niat dan catatan amal seseorang. Inspiratif dan banyak hikmah serta pembelajaran hidup bagi orang yang beriman.

Ustadz Ahmad Muntaha AM menjelaskan, kisah ini tentang orang yang awalnya menolak buku catatan amal -nya sendiri gegara dianggap terlalu baik, tidak sesuai dengan amal sebenarnya. "Namun ia mendapatkan ganjaran pahala besar sebab niatnya,"ungkapnya seperti dilansir NU online,

Sebagian sumber kisah ini dihikayatkan oleh Abul Aliyah (wafat 93 H), seorang ulama besar generasi Tabiin. Sementara Syekh Muhammad bin Abdillah Al-Jurdani (wafat 1333 H) dalam Kitab Al-Jawahirul Lu'lu'iyah menyebutkannya dengan redaksi: “wa qiila”, dan dikatakan, tanpa menyebutkan siapa yang mengisahkannya.

Alkisah, pada hari kiamat, ada orang yang diberi catatan amalnya dan menerimanya dengan tangan kanan. Tentu ini pertanda baik. Pertanda ia termasuk ahli surga. Namun setelah melihat catatan amalnya, ia justru kaget. Di situ tercatat amal-amal saleh berupa haji, jihad, dan sedekah, padahal ia tidak merasa pernah melakukannya di saat hidupnya.

“’Hadzā laisa bi kitābī, fainnī mā fa'altu syai'an min dzalika.’ Ini bukan buku catatan amalku, sebab sungguh aku sama sekali tidak pernah melakukan amal saleh itu sedikitpun,” gumamnya penuh kekagetan.

Ia sangat tidak percaya dengan data di dalam buku catatan amalnya. Terlalu bagus dan mengada-ada. Di tengah kesangsian atas buku catatan amal yang baru diterimanya itu, Allah memberi jawaban kepadanya: “Ini adalah buku catatan amalmu. Karena kamu telah hidup dengan umur panjang dan kamu pernah berkata:

'Andaikan aku punya harta, maka aku akan beribadah haji dengannya. Andaikan aku punya harta, maka aku akan menyedekahkannya'. Jadi aku mengetahui keinginanmu itu dari kebenaran niatmu, dan aku berikan kepadamu seluruh pahalanya.” (Muhammad bin Abdillah Al-Jurdani, Al-Jawahirul Lu'lu'iyah fi Syarhil Arba'in An-Nawawiyah, [Beirut Darul Kutub Al-'Ilmiyah: 2021], halaman 50).

Pernyataan Ibnul Arabi Dalam Kitab Mishbahuz Zhalam, sebelum menceritakan kisah ini Syekh Muhammad Al-Jurdani menyebutkan pernyataan Ibnul Arabi: “Bila niat dan harapan seorang hamba di dunia adalah Allah memberinya kesempatan melakukan seluruh ketaatan dan kekuatan untuk selalu melakukannya, namun pertolongan Allah tidak membuatnya mampu melakukannya, maka Allah akan memberikan balasannya di surga.

Baca juga: Pengin Amalan Menjadi Ladang Pahala? Kenali Dulu Hukum-hukumnya!

Karenanya ia akan mendapatkan harapannya itu di surga. Kemudian dalam derajat akhirat ia akan menyusul orang-orang yang telah melakukannya, tanpa kepayahan dalam melakukan di dunia.” (Muhammad bin Abdillah Al-Jurdani, Mishbahuz Zhalam Syarhu Nailil Maram min Ahaditsil Anam, [Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah], halaman 17).

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |