loading...
Kemenkes menggandeng Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) memulihkan layanan kesehatan. Foto/istimewa
JAKARTA - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) menggandeng Novo Nordisk Indonesia, Changing Diabetes in Children (CDiC), dan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) memulihkan layanan kesehatan. Pelayanan kesehatan tersebut ditujukan kepada pasien diabetes terdampak bencana alam di Sumatera.
Diketahui, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meninggalkan dampak besar bagi masyarakat dan infrastruktur.
Berdasarkan data dari situs web Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut telah menyebabkan 1.090 orang meninggal dunia, 186 orang dinyatakan hilang, serta lebih dari 7.000 orang mengalami luka-luka.
Baca juga: Penyakit Ancam Pengungsi, Kemenkes Diminta Kirim Nakes ke Lokasi Bencana
Kerusakan juga tercatat pada 147.236 rumah dan 219 fasilitas kesehatan di wilayah Sumatera sepanjang akhir November hingga Desember 2025. Kerusakan infrastruktur dan terganggunya layanan kesehatan pascabencana menyebabkan tantangan serius bagi penyandang diabetes yang bergantung pada pengobatan jangka panjang.
Gangguan distribusi obat dan keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan berisiko menghambat keberlanjutan terapi insulin. Tantangan ini menjadi semakin krusial bagi pasien diabetes tipe 1, khususnya anak dan remaja, yang sepenuhnya bergantung pada insulin untuk bertahan hidup sehingga terapi insulin tidak boleh terputus dalam kondisi apa pun.
Baca juga: 63 Brigjen TNI Dimutasi pada Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Penghentian insulin, bahkan dalam waktu singkat, dapat berakibat fatal dan meningkatkan risiko komplikasi serius selama masa pemulihan pascabencana.
Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Agusdini Banun Saptaningsih menyampaikan, bencana alam sangat berdampak pada keberlangsungan pengobatan pasien dengan penyakit kronis, termasuk diabetes.















































