Kasus Keracunan MBG Berulang, Edy Wuryanto PDIP Minta BGN Benahi Sistem Keamanan Pangan

8 hours ago 8

loading...

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Berulangnya kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi perhatian serius Badan Gizi Nasional (BGN). Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai, jika kejadian serupa terus muncul di berbagai daerah, persoalannya tidak lagi dapat dilihat semata sebagai insiden di satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ).

Menurut Edy, pola kejadian yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem pengawasan dan pengendalian keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG secara menyeluruh.

"Kalau kasus keracunan terus berulang di berbagai daerah, berarti kita perlu melihat persoalan ini secara fundamental. Jangan hanya melihatnya sebagai kejadian per kejadian, tetapi harus dicari apakah ada kelemahan dalam sistem pengawasan dan pengendalian keamanan pangan MBG," kata Edy dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, dugaan keracunan MBG dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, antara lain Sidoarjo, Rembang, Agam, Bener Meriah, dan Tana Toraja. Di Rembang, misalnya, sebanyak 777 murid dan guru SMAN 1 Lasem dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan. Kasus serupa kembali dilaporkan di MAN 2 Rembang dengan sekitar 200 siswa dan tujuh guru mengalami gejala seperti muntah dan diare.

Baca Juga: Keracunan MBG Terulang, Tamsil Linrung Minta BGN Evaluasi Menyeluruh

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, BGN harus memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara ketat dan konsisten oleh seluruh SPPG. Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah muncul korban. "Pengawasan harus berjalan sejak awal, mulai dari bahan baku diterima, proses pengolahan dan memasak, penyimpanan, pengemasan, distribusi, sampai makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat. Jangan sampai pengawasan baru bergerak setelah terjadi keracunan," ucap Edy.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |