Kapal Induk Nuklir Tercanggih AS Harganya Rp220 Triliun, tapi Toiletnya Tersumbat

4 hours ago 4

loading...

USS Gerald R Ford, kapal induk bertenaga nuklir tercanggih di dunia milik AS yang harganya lebih dari Rp220 triliun. Namun, toilet di kapal ini tersumbat. Foto/US Navy

WASHINGTON - Kapal induk bertenaga nuklir terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Gerald R. Ford (CVN-78), telah berulang kali digambarkan sebagai kapal induk tercanggih dan paling mumpuni di dunia. Namun, CVN-78 menghadapi banyak penundaan dan pembengkakan biaya selama konstruksi, dan satu masalah tetap belum terselesaikan: toilet tersumbat.

Sistem Vakum, Pengumpulan, Penampungan, dan Transfer (VCHT) terus tersumbat, lebih dari lima tahun setelah masalah tersebut pertama kali diidentifikasi.

NPR melaporkan bahwa Angkatan Laut telah bergulat dengan kerusakan berulang pada VCHT, yang mirip dengan sistem yang digunakan di kapal pesiar.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir AS Umbar Tembakan di Laut China Selatan yang Diklaim China

"Sistem ini menggunakan lebih sedikit air, tetapi sistem yang digunakan oleh USS Ford lebih kompleks. Kerusakan telah dilaporkan sejak kapal induk senilai USD13 miliar [lebih dari Rp220 triliun] ini pertama kali dikerahkan pada tahun 2023," tulis NPR dalam laporannya.

Yang membuat masalah dengan CVN-78 patut diperhatikan adalah Angkatan Laut AS sebelumnya telah mengalami masalah VCHT dengan USS George H.W. Bush (CVN-77), kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz terakhir. Itu adalah kapal perang Angkatan Laut AS pertama yang dilengkapi dengan sistem pembuangan limbah berbasis vakum.

Pada tahun 2011, semua 423 toilet di CVN-77 secara bersamaan tidak berfungsi pada dua kesempatan.

Menurut laporan dari The Washington Post saat itu, para pelaut terpaksa buang air kecil di kamar mandi atau di wastafel industri di tempat kerja mereka. Beberapa pelaut pria juga menggunakan botol dan membuang isinya ke laut, sementara pelaut wanita menahan buang air kecil begitu lama sehingga beberapa mengalami masalah kesehatan.

Para pejabat Angkatan Laut menyalahkan masalah ini pada para pelaut yang membuang "bahan yang tidak pantas", termasuk kemeja, pakaian dalam, kaus kaki, produk kebersihan wanita, peralatan makan, dan bahkan mop heads (kepala pel).

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |