Jembatan Putus, Penghulu di Pasaman Berenang Seberangi Sungai demi Nikahkan Pengantin

3 weeks ago 29

loading...

Ahad Nasution penghulu asal Jorong Batang, Batang Kundur, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat rela berenang menyeberangi sungai untuk menikahkan sepasang calon pengantin. Foto/istimewa

SUMBAR - Mengharukan, Ahad Nasution penghulu asal Jorong Batang, Batang Kundur, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) rela berenang menyeberangi sungai untuk menikahkan sepasang calon pengantin.

Pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Ahad ditugaskan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dua Koto, Fajri Watan, untuk menikahkan pasangan Agep Purwandi dan Intan Purnama Sari. Jarak dari pusat kecamatan ke lokasi mencapai sekitar 27 kilometer. Untuk mencapainya, Ahad harus menempuh perjalanan menggunakan ojek melewati jalur licin dan curam yang penuh tantangan.

Saat tiba di tepi sungai yang menjadi satu-satunya akses menuju Jorong Batang Kundur, ia mendapati jembatan penghubung telah putus akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Tak patah semangat, Ahad tetap melanjutkan perjalanan. Dibantu warga setempat, ia nekat berenang menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras demi menjalankan tugas negara yang telah diamanahkan kepadanya.

Baca juga: Kemenag Minta Penghulu dan Penyuluh Edukasi Calon Pengantin Soal Bahaya Judi Online

“Karena calon pengantin sudah menunggu, sementara ini adalah tugas negara, saya harus tempuh medan yang cukup rawan ini. Tetapi, saya sudah menyiapkan baju pengganti sebelumnya karena mendapatkan informasi dari warga bahwa jembatan tidak bisa dilewati,” ujar Ahad, Senin (4/8/2025).

Saat tiba di seberang sungai, ojek lain yang telah disiapkan warga menjemputnya untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi pernikahan. Sesampainya di Batang Kundur, Ahad disambut hangat oleh pucuk adat desa, Sumarno. Prosesi akad nikah pun berjalan lancar dan penuh khidmat. Acara selesai sekitar pukul 11.30 WIB, disaksikan oleh keluarga besar kedua mempelai dan tokoh masyarakat setempat.

Baca juga: Cegah Perceraian, Kemenag Latih Penghulu dan Penyuluh Jadi Fasilitator Literasi Keuangan

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |