loading...
Baginda Nabi SAW, hanya melakukan umrah sebanyak 4 kali dalam seumur hidup, dan keempat umrah Rasulullah SAW tersebut memiliki latar belakang sejarah yang berbeda. Foto ilustrasi/Sindonews
Mengenal sejarah ibadah umrah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menarik untuk disimak. Dan ternyata, Baginda Nabi SAW, hanya melakukan umrah sebanyak 4 kali dalam seumur hidup. Berikut penjelasannya.
Keempat umrah Rasulullah SAW tersebut memiliki latar belakang sejarah yang berbeda, mulai dari umrah yang tertunda karena perjanjian damai, hingga umroh yang dilakukan bersamaan dengan Haji Wada. Fakta ini menjadi rujukan penting dalam sejarah Islam dan sering disebut dalam berbagai kitab hadis dan sirah Nabi . Simak sejarah singkatnya di bawah ini:
Rasulullah SAW Umrah 4 Kali Seumur Hidupnya
1. Umrah Hudaybiyyah (6 Hijriah)
Pada bulan Zulkaidah tahun ke-6 Hijriah, Rasulullah ﷺ berangkat dari Madinah bersama sekitar 1.400 sahabat dengan niat tulus untuk menunaikan umroh.
Namun sesampainya di wilayah Hudaybiyyah, kaum Quraisy justru menghalangi mereka masuk ke Makkah. Terjadilah negosiasi panjang yang akhirnya melahirkan Perjanjian Hudaybiyyah, sebuah kesepakatan damai antara kaum Muslimin dan Quraisy.
Baca juga: 5 Amalan Sunnah di Bulan Zulkaidah, Jangan Dilalaikan!
Salah satu syaratnya adalah Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin diperbolehkan melakukan ibadah umrah tahun depan, dengan syarat tidak membawa senjata. Mereka diperbolehkan berada di Mekah selama tiga hari, dan baru bisa memasuki Mekah setelah kaum Quraisy mengosongkan kota itu.
2. Umrah Qadha (7 Hijriah)
Setahun kemudian, tibalah waktu bagi Rasulullah ﷺ dan para sahabat untuk menunaikan Umrah Qadha, sebagai ganti umrah yang tertunda.
Sebanyak 2.000 sahabat memasuki Makkah dengan penuh wibawa. Tidak ada peperangan, tidak ada ketegangan. Mereka thawaf, sa’i, dan menyembelih hewan kurban dengan damai.
Saat itu beredar rumor bahwa kaum Muslimin telah melemah di Madinah. Menanggapi hal tersebut, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk berlari kecil pada tiga putaran pertama thawaf guna menunjukkan kekuatan fisik umat Islam (HR. Bukhari: 4256).
Umrah ini menjadi simbol bahwa Islam telah berdiri tegak, tidak lagi terpinggirkan di kota suci.
3. Umrah Ji’ranah (8 Hijriah)
Umrah ketiga dilakukan Rasulullah ﷺ setelah kemenangan besar dalam Perang Hunain. Dari daerah Ji’ranah, beliau berihram lalu masuk ke Makkah untuk menunaikan umroh pada malam hari (HR. An-Nasa’i: 2863).
Di Ji’ranah, Rasulullah ﷺ sempat menunggu selama sekitar 10 hari sebelum membagikan harta rampasan perang, berharap kaum Hawazin datang untuk bertobat. Ketika mereka benar-benar datang dan memohon agar tawanan dibebaskan, Rasulullah ﷺ memilih sikap penuh kasih dan memerintahkan para sahabat untuk membebaskan para tawanan dengan cara yang baik.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4203050/original/004339100_1666688306-Aplikasi_Whatsapp_Down-Angga-3.jpg)









