Insta360 Go Ultra Meluncur: Inovasi Mahal yang Mulai Kehilangan Jati Diri?

1 week ago 6

loading...

Insta360 Go Ultra memberikan banyak ubahan lebih baik, seperti sensor dan selot memori, tapi juga harga lebih mahal dan ukuran lebih besar. Foto: Insta360

JAKARTA - Insta360, merek yang beberapa tahun lalu menggebrak pasar dengan kamera aksi mungil berbentuk kapsul, kini mengambil langkah dramatis yang memicu perdebatan.

Mereka baru saja meluncurkan Insta360 Go Ultra, sebuah penerus yang meninggalkan desain ikoniknya, menaikkan harganya secara signifikan, dan seolah bertanya kepada para penggemarnya: apakah sebuah inovasi layak dibayar dengan hilangnya sebuah identitas?

 Inovasi Mahal yang Mulai Kehilangan Jati Diri?

Secara teknis, Go Ultra memang menawarkan lompatan yang mengesankan. Kamera ini kini mampu merekam video 4K pada 60fps, dua kali lipat dari pendahulunya, dan didukung oleh sensor 1/1.28-inci yang lebih besar untuk performa lebih baik di kondisi minim cahaya.

Fitur yang paling ditunggu-tunggu, slot kartu memori microSD yang bisa diganti hingga 2TB, akhirnya hadir, membebaskan pengguna dari keterbatasan memori internal.

Namun, semua peningkatan ini datang dengan harga yang "mencekik". Dibanderol USD449.99 USD atau setara Rp7 jutaan (kurs Rp15.600), Go Ultra menjadi kamera 'Go' termahal yang pernah ada.

Angka ini melonjak tajam dari para pendahulunya, seperti Go 2 yang dulu meluncur di angka USD299 USD. Paket Creator Bundle-nya bahkan menembus USD499.99 USD atau sekitar Rp7,8 jutaan.

 Inovasi Mahal yang Mulai Kehilangan Jati Diri?

Perubahan paling radikal terletak pada desainnya. Bentuk kapsul yang unik dan praktis kini digantikan oleh desain kotak yang lebih generik, dengan lensa yang ditempatkan di pojok. Konsekuensinya, kamera ini menjadi lebih berat sekitar 14 gram dan secara visual lebih sulit untuk menentukan orientasi video—apakah sedang merekam potret atau lanskap.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |