loading...
Anas al-Sharif sudah menyampaikan pesan terakhir sebelum dibunuh tentara Israel. Foto/X/@WearThePeaceCo
GAZA - Akun X milik jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif yang dibunuh Israel menunjukkan bahwa dia tak pernah putus asa menyampaikan kebenaran. Dia telah membagikan pesan terakhirnya, yang ditulis pada 6 April 2025, untuk dipublikasikan jika ia meninggal dunia, mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang terkasihnya dan menyerukan "pembebasan" Palestina dan rakyatnya.
Ini Pesan Terakhir Jurnalis Anas al-Sharif: Saya Tak Pernah Ragu Menyampaikan Kebenaran
1. Memberikan Wasiatnya
"Inilah wasiat dan pesan terakhir saya. Jika kata-kata ini sampai kepada kalian, ketahuilah bahwa Israel telah berhasil membunuh saya dan membungkam suara saya. Pertama, semoga damai dan rahmat Allah menyertai kalian.
"Allah tahu saya telah mengerahkan segenap upaya dan kekuatan saya untuk menjadi pendukung dan suara bagi rakyat saya, sejak saya membuka mata terhadap kehidupan di gang-gang dan jalan-jalan kamp pengungsi Jabalia. Harapan saya adalah Allah akan memperpanjang umur saya agar saya dapat kembali bersama keluarga dan orang-orang terkasih ke kota asal kami, Asqalan (al-Majdal) yang diduduki. Namun, kehendak Allah lebih utama, dan ketetapan-Nya adalah final."
Baca Juga:, Negara Tetangga Indonesia Akan Akui Negara Palestina, Selandia Baru Juga Menyusul
2. Sudah Mengalami Banyak Kepedihan dan Penderitaan
"Saya telah mengalami kepedihan dalam segala detailnya, merasakan penderitaan dan kehilangan berkali-kali, namun saya tak pernah ragu menyampaikan kebenaran apa adanya, tanpa distorsi atau pemalsuan – agar Allah menjadi saksi bagi mereka yang tetap diam, mereka yang menerima pembunuhan kami, mereka yang mencekik napas kami, dan yang hatinya tak tergerak oleh sisa-sisa anak-anak dan perempuan kami yang berserakan, tanpa melakukan apa pun untuk menghentikan pembantaian yang telah dihadapi rakyat kami selama lebih dari satu setengah tahun."
“Saya mempercayakan Palestina kepada Anda – permata mahkota dunia Muslim, detak jantung setiap orang merdeka di dunia ini. Saya mempercayakan rakyatnya kepada Anda, anak-anaknya yang terzalimi dan tak berdosa yang tak pernah punya waktu untuk bermimpi atau hidup dalam keamanan dan kedamaian. Tubuh mereka yang murni hancur di bawah ribuan ton bom dan rudal Israel, terkoyak dan berserakan di dinding-dinding.
3. Ingin Jadi Jembatan Menuju Pembebasan Tanah dan Rakyat Palestina
“Saya mendesak Anda untuk tidak membiarkan rantai membungkam Anda, atau perbatasan mengekang Anda. Jadilah jembatan menuju pembebasan tanah dan rakyatnya, hingga matahari martabat dan kebebasan terbit di atas tanah air kita yang dicuri. Saya mempercayakan Anda untuk menjaga keluarga saya. Kutitipkan padamu putriku tercinta, Sham, cahaya mataku, yang tak pernah kulihat tumbuh dewasa seperti yang kuimpikan.
4. Sudah Menitipkan Putra, Istri dan Ibunya
"Kutitipkan padamu putraku tersayang, Salah, yang kuinginkan untuk kudukung dan dampingi sepanjang hidup hingga ia tumbuh cukup kuat untuk memikul bebanku dan melanjutkan misi ini."
"Kutitipkan padamu ibuku tercinta, yang doa-doanya yang penuh berkah telah membawaku ke tempatku berada saat ini, yang doanya menjadi bentengku, dan yang cahayanya membimbing jalanku. Kudoakan semoga Allah memberinya kekuatan dan membalasnya dengan pahala terbaik untukku."