Indonesia Hobi Beli Beragam Jet Tempur Bak Gado-gado, Strategi Pertahanannya Dianggap Tak Jelas

3 weeks ago 16

loading...

Pakar kritik Indonesia yang hobi beli beragam jet tempur bak gado-gado. Langkah ini mengungkap ketidakjelasan strategi pertahananya. Foto/Gordon Arthur/Defense News

JAKARTA - Pieter Pandie, seorang pakar pertahanan, mengkritik Indonesia yang hobi membeli jet tempur dari beragam pemasok asing. Menurutnya, langkah membeli pesawat tempur aneka jenis "ibarat gado-gado" ini mengungkap strategi pertahanan yang terfragmentasi.

Cara seperti itu akan biaya interoperabilitas dan pemeliharaan serta mengirimkan sinyal geopolitik yang beragam.

Menurut Pandie, peneliti di Department of International Relations Centre for Strategic and International Studies (CSIS), tanpa buku putih pertahanan baru sejak 2015 dan rencana modernisasinya yang belum terpenuhi, Jakarta sangat membutuhkan kerangka kerja yang transparan.

Baca Juga: Indonesia Sedang Menanti Jet Tempur Rafale, tapi Digoda Boeing dengan F-15EX

"Kerangka kerja ini harus mendefinisikan tujuan kapabilitas, penilaian ancaman, jadwal, dan anggaran untuk memandu akuisisi dan memulihkan koherensi strategis," tulis Pandie dalam artikelnya di East Asia Forum.

Kesepakatan Indonesia untuk membeli jet tempur KAAN Turki menambah portofolio pengadaan pertahanannya yang sudah kompleks. Keputusan ini mencerminkan pola yang lebih luas dalam modernisasi militernya—pola yang semakin menimbulkan pertanyaan tentang koherensi strategis dan sinyal geopolitik.

"Indonesia menghadapi risiko inefisiensi operasional tetapi juga prospek mengirimkan sinyal yang kontradiktif kepada mitra internasionalnya," paparnya.

Indonesia telah berupaya untuk memodernisasi dan mengganti alat utama sistem senjata (alutsista) yang menua dengan bernegosiasi dengan beragam pemasok. Pendekatan pengadaan yang beragam ini membantu menghindari ketergantungan pada satu pemasok senjata sekaligus mengatasi keterbatasan sumber daya domestik dan kebutuhan untuk mempertahankan otonomi strategis di luar negeri. Kenangan embargo senjata di masa lalu juga mendorong Jakarta untuk mendiversifikasi pemasoknya.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |