loading...
Sejauh ini minyak Rusia menyumbang 35% dari total impor India dibandingkan dengan 0,2% yang tidak signifikan sebelum perang Ukraina. Foto/Dok
JAKARTA - Rusia berharap bisa terus memasok minyak mentah ke India, meskipun ada ancaman dari Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan oleh pejabat kedutaan Rusia di New Delhi.
Selain itu Ia juga menambahkan bahwa, Moskow berharap pembicaraan trilateral akan segera dilakukan dengan India dan China. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan tarif tambahan sebesar 25% pada barang-barang asal India yang diekspor ke AS mulai 27 Agustus, sebagai sanksi karena membeli minyak Rusia.
Sejauh ini minyak Rusia menyumbang 35% dari total impor India dibandingkan dengan 0,2% yang tidak signifikan sebelum perang Ukraina. Baca Juga: Trump Halangi India Membeli Minyak Rusia, Moskow Punya Cara Membalas
"Saya ingin menekankan bahwa meskipun ada situasi politik, kami dapat memprediksi bahwa tingkat impor minyak yang sama (oleh India)," kata Roman Babushkin, pejabat kedutaan Rusia di India, dalam sebuah konferensi pers.
Dia memprediksi India dan Rusia akan menemukan cara untuk mengatasi tarif terbaru Trump demi "kepentingan nasional" mereka. Pembicaraan dagang antara India dan AS terhenti karena pembukaan sektor pertanian dan susu India yang meluas, serta menyinggung pembelian minyak Rusia.
Tarif total yang diumumkan untuk produk India yang masuk ke AS adalah 50%. Kementerian Luar Negeri India belum membalas permintaan komentar melalui email, terkait hal ini.
Sebelumnya dikatakan bahwa keputusan AS yang menargetkan India karena pembelian dari Rusia, "sangat disayangkan". Wakil Komisioner Perdagangan Rusia Evgeny Griva mengatakan, bahwa membeli minyak dari Rusia "sangat menguntungkan" bagi India, yang tidak akan ingin mengubah pemasoknya.