Implementasi B50 Perlu Didukung Reformasi Tata Kelola Biodiesel

12 hours ago 13

loading...

Implementasi mandatori biodiesel B50 perlu dibarengi reformasi tata kelola. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Implementasi mandatori biodiesel B50 dinilai berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional, namun keberhasilannya harus diiringi reformasi tata kelola yang mampu menyeimbangkan aspek energi, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penguatan regulasi, kelembagaan, serta diversifikasi bahan baku menjadi sejumlah langkah yang dinilai penting agar kebijakan tersebut berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Kajian ini ingin melihat bagaimana kebijakan biodiesel dapat dijalankan secara berkelanjutan dengan menemukan titik temu antara aspek energi, ekonomi, sosial, dan ekologi," kata Direktur Eksekutif Traction Energy Asia Tommy Ardian Pratama dalam Strategic Discussion bertajuk "B50 dan Tata Kelola Biodiesel Indonesia: Menemukan Titik Temu antara Energi, Ekonomi, Sosial, dan Ekologi" dikutip pada Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026

Tommy menjelaskan kajian bertajuk "Apakah B50 Sepadan? Biaya Mandat Biodiesel Indonesia, dan Reformasi yang Dapat Mengubah Jawabannya" mengidentifikasi sejumlah biaya dan konsekuensi yang belum sepenuhnya diperhitungkan dalam implementasi B50. Kajian tersebut mencakup beban fiskal, utang karbon, potensi kerusakan mesin, hingga manfaat sosial bersih dari kebijakan biodiesel, dengan hasil yang sejalan dengan penelitian LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Menurut dia, biodiesel merupakan kebijakan strategis yang berdampak luas terhadap perekonomian dan masyarakat sehingga membutuhkan tata kelola yang lebih kuat. Saat ini, implementasi biodiesel masih bertumpu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga diperlukan penguatan regulasi untuk memberikan kepastian hukum dan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Ia menambahkan reformasi tata kelola perlu mencakup pelibatan pekebun sawit mandiri dalam rantai pasok, diversifikasi bahan baku biodiesel melalui pemanfaatan minyak jelantah, serta penguatan kelembagaan yang mengelola program biodiesel agar manfaat ekonomi dan lingkungan dapat dioptimalkan.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |