Hancurkan Dominasi Dolar AS, Rusia dan India Sepakat Bangun BRICS Pay

6 hours ago 12

loading...

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) bersama arm pembayaran BRICS di India (BRICS Pay India) dan JSC BRICS Pay resmi menyepakati kerja sama strategis. Foto/Dok

JAKARTA - Langkah besar untuk mematahkan kebergantungan pada sistem keuangan Barat kembali diumumkan. Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment Fund/RDIF) bersama arm pembayaran BRICS di India (BRICS Pay India) dan JSC BRICS Pay resmi menyepakati kerja sama strategis untuk mengembangkan proyek sistem pembayaran lintas negara berbasis mata uang nasional.

Kesepakatan ini diumumkan di New Delhi di sela-sela agenda kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin ke India. Inisiatif BRICS Pay dirancang sebagai kerangka kerja pembayaran lintas negara terdesentralisasi. Langkah ini menjadi prioritas utama negara-negara anggota BRICS di tengah sanksi ekonomi Barat dan ancaman eksklusi finansial global.

"Tugas utamanya adalah memastikan BRICS bukan sekadar asosiasi geopolitik yang kuat, tetapi memiliki solusi keuangan dan investasi praktis yang menyatukan seluruh negara anggota," ujar Kirill Dmitriev, selaku CEO RDIF sekaligus utusan khusus Presiden Putin.

Baca Juga: Saatnya BRICS Patahkan Dominasi Dolar, Pakar Ungkap Potensi Rombak Tatanan Finansial Dunia

Dmitriev menambahkan, BRICS Pay hadir untuk melengkapi sistem pembayaran nasional yang sudah ada agar dapat saling terhubung (interoperable), melancarkan arus perdagangan, serta investasi langsung antar-negara anggota menggunakan mata uang lokal masing-masing.


Hubungkan QR dan Uang Digital Bank Sentral

Kerja sama ini mendapat dorongan kuat dari para pejabat tinggi India yang ingin memperluas perdagangan menggunakan mata uang lokal. Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal mengimbau seluruh negara anggota dan mitra BRICS untuk segera menghubungkan sistem pembayaran nasional mereka demi memperluas transaksi tanpa Dolar AS .

Baca Juga: Menguak Rahasia Mengapa Puluhan Negara Terpikat Gabung BRICS

Sementara Gubernur Reserve Bank of India (RBI), Sanjay Malhotra mengungkapkan, bahwa para anggota tengah mendiskusikan penghubungan antara sistem pembayaran cepat (fast-payment systems) dan Mata Uang Digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC).

Sistem pembayaran ini diharapkan menjadi alternatif konkret dari jaringan SWIFT yang selama ini dikuasai negara-negara Barat. Menciptakan efisiensi transaksi yang lebih murah, aman, dan dapat diakses oleh seluruh negara Global South.

(akr)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |