Gelar Festival Nanas, Wamen Viva Yoga Dorong Jadi Komoditas Unggulan dari Kawasan Transmigrasi

1 hour ago 2

loading...

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan nanas sebagai komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi. FOTO/dok.SindoNews

PEKANBARU - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan nanas sebagai komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi melalui penyelenggaraan Festival Nanas di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kegiatan ini menjadi wadah menyerap aspirasi petani sekaligus memperkuat nilai tambah komoditas nanas.

Momentum tersebut dimanfaatkan petani nanas asal Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sendo Naminrova, untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi petani terkait kepastian lahan garapan. Di desa tersebut terdapat lahan nanas seluas 108 hektare yang sebagian besar masih berstatus milik pihak lain.

"Pak, di Desa Rimbo Panjang ini ada lahan seluas 108 Ha untuk budidaya nanas. Namun lahan yang saya garap itu bukan milik pribadi, tetapi milik orang lain yang bersedia memberikan pemanfaatannya kepada saya," ujar Sendo dalam pertemuan di BPPMT Pekanbaru, 17 Januari 2026.

Baca Juga: Sambut Investasi China, Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Bambu di Kawasan Transmigrasi

Pria berusia 61 tahun itu menjelaskan, terdapat 38 petani nanas di desanya. Dari satu hektare lahan, produksi bisa mencapai 19.000 buah nanas dengan harga jual sekitar Rp6.000 per buah. "Dari menanam nanas inilah kami bisa menyekolahkan anak-anak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Viva Yoga menyatakan bahwa salah satu amanat Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Transmigrasi adalah menjalankan reforma agraria melalui program transmigrasi karya nusa atau transmigrasi lokal. "Tanah yang diberikan bukan sekadar lahan namun juga sebagai sumber ekonomi untuk meningkatkan pendapatan rakyat," ujarnya. "Jadi yang belum memiliki lahan bisa ikut program transmigrasi," tambahnya.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |