Dubes LBBP RI Listyowati Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh

2 hours ago 2

loading...

Dubes LBBP RI Listyowati menyerahkan Surat Kepercayaan (Letters of Credence) kepada Presiden Republik Rakyat Bangladesh Mohammed Shabuddin, dalam upacara kenegaraan di Bangabhaban, Dhaka, Kamis (22/1/2026). Foto/kbri dhaka

DHAKA - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal Listyowati secara resmi menyerahkan Surat Kepercayaan (Letters of Credence) kepada Presiden Republik Rakyat Bangladesh Mohammed Shabuddin, dalam upacara kenegaraan di Bangabhaban, Dhaka, Kamis (22/1/2026). Penyerahan Surat Kepercayaan tersebut dilaksanakan setelah 4 (empat) hari kedatangan Dubes Listyowati di Dhaka pada tanggal 17 Januari 2026.

Penyerahan Surat Kepercayaan menandai dimulainya masa tugas Dubes Listyowati sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Bangladesh, khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama energi, yang selama ini menjadi pilar utama hubungan kedua negara.

Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan bilateral Indonesia–Bangladesh secara konsisten berada pada kisaran rata-rata USD3 miliar per tahun, dengan tahun 2025 tercatat mencapai sekitar USD3,6 miliar. Indonesia merupakan mitra dagang ketiga terbesar Bangladesh, khususnya sebagai pemasok batubara, minyak sawit, bahan baku industri, serta produk pangan, yang berperan penting dalam mendukung ketahanan energi dan industri Bangladesh.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Listyowati menyampaikan pentingnya kerja sama kedua negara dalam mendorong pencapaian solusi konkret dalam kerangka Indonesia–Bangladesh Preferential Trade Agreement (PTA), guna meningkatkan akses pasar, memperkuat keseimbangan perdagangan, serta mendorong diversifikasi produk unggulan kedua negara yang bernilai tambah.

Dubes Listyowati juga menyampaikan kesiapan Indonesia mendukung dan berpartisipasi dalam proyek-proyek energi di Bangladesh, termasuk melalui peluang kerja sama Government-to-Government (G-to-G). Implementasi kerja sama tersebut selama ini dijajaki melalui skema BUMN ke BUMN, business-to-business, serta capacity building, sejalan dengan MoU Kerja Sama Energi Indonesia–Bangladesh.

Komitmen ini melanjutkan hasil High Level Economic Delegation (HLED) Indonesia ke Bangladesh pada Mei 2025 yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir, serta menegaskan peran Indonesia sebagai mitra utama ketahanan energi Bangladesh, termasuk sebagai pemasok utama batubara.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |