BRICS Semakin Menggoda, 3 Negara Eropa Ini Kepincut Ingin Gabung

1 week ago 7

loading...

Tiga negara di Benua Eropa secara aktif menyatakan ambisi mereka untuk bergabung dengan aliansi BRICS pada 2025. FOTO/Watcher Guru

JAKARTA - Tiga negara di Benua Eropa secara aktif menyatakan ambisi mereka untuk bergabung dengan aliansi BRICS pada 2025. Minat ini muncul seiring dengan meningkatnya daya tarik BRICS sebagai satu-satunya aliansi global yang secara terbuka berani menantang dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan kebijakan Gedung Putih.

Aliansi yang kini beranggotakan 10 negara ini menawarkan prospek menjanjikan bagi berbagai negara di Eropa, Asia, Amerika Latin, dan Afrika yang mencari alternatif dalam tatanan ekonomi dan geopolitik global. Langkah ini juga menjadi cerminan dari dinamika hubungan internasional yang semakin kompleks.

Tiga negara Eropa yang menunjukkan minat kuat untuk menjadi bagian dari blok BRICS adalah Turki, Belarus, dan Serbia. Sebelumnya, Prancis sempat menunjukkan keinginan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan, namun keinginan tersebut ditolak oleh China dan Rusia.

Daftar Negara Eropa yang Berminat Gabung dengan BRICS pada 2025

1. Turki

Turki, meskipun merupakan anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), bukan bagian dari Uni Eropa (UE). Negara ini telah mengajukan permohonan keanggotaan BRICS pada September 2024 lalu.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengungkapkan ketertarikan negaranya terhadap BRICS. "Kami tertarik, tetapi kami belum ditawari keanggotaan," ujar Fidan, seperti dikutip dari Watcher Guru pada Kamis (21/8). Meskipun telah berupaya berulang kali, Turki masih menunggu keputusan resmi mengenai keanggotaan atau status negara mitra dalam aliansi tersebut.

2. Belarus

Negara Eropa Timur, Belarus, secara aktif berupaya untuk bergabung dengan BRICS dan menjadi anggota blok tersebut. Keinginan Belarus ini tidak terlepas dari isolasi ekonomi yang dihadapinya dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Isolasi ini merupakan dampak dari berbagai tindakan rezim Belarus pasca pemilihan presiden 2020, termasuk dugaan pelanggaran hak asasi manusia, pembungkaman oposisi, serta perannya dalam mendukung Rusia dalam konflik di Ukraina. Keanggotaan BRICS diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi Belarus.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |