Benarkah Pemilik Pesugihan Jadi Budak Setan Setelah Mati? Buya Yahya Bongkar Faktanya

6 hours ago 8

loading...

Buya Yahya, Pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon Jawa Barat. Foto istimewa

Bagaimana nasib orang yang menjalani pesugihan setelah meninggal dunia? Pertanyaan ini kerap muncul seiring berkembangnya berbagai mitos tentang praktik mencari kekayaan melalui bantuan makhluk gaib.

Pendakwah Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut dari perspektif Islam. Ia sekaligus meluruskan sejumlah anggapan yang berkembang di masyarakat, termasuk keyakinan bahwa orang yang menjalani pesugihan akan menjadi budak makhluk gaib setelah meninggal.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon ini mengungkapkan, pesugihan merupakan praktik mencari kekayaan melalui cara yang tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Praktik tersebut umumnya dikaitkan dengan bantuan dukun, sihir, atau perjanjian dengan makhluk gaib untuk mendapatkan harta secara instan.

Dalam praktik seperti itu, seseorang dinilai telah menempuh jalan yang bertentangan dengan tuntunan Islam dalam mencari rezeki. Terlebih jika dirinya menggantungkan harapan dan meminta pertolongan kepada selain Allah SWT.

Jadi Budak Setan Setelah Meninggal?

Buya Yahya menegaskan, tidak ada dasar dalam ajaran Islam yang menyebut orang yang melakukan pesugihan akan menjadi budak makhluk gaib setelah meninggal dunia. "Apakah kalau mati akan jadi budak mereka, puja iblis-iblis itu? Jawabnya adalah tidak," kata Buya Yahya dalam sebuah kajian yang dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah, baru-baru ini.

Baca juga: Pesugihan ala Islam : 11 Amalan yang Mempercepat Datangnya Kekayaan

Menurutnya, cerita mengenai orang yang meninggal kemudian menjadi budak setan lebih banyak berkembang sebagai narasi mistis di tengah masyarakat.

Ia juga menilai cerita semacam itu dapat dimanfaatkan oknum tertentu untuk menakut-nakuti masyarakat sekaligus membuat mereka semakin mempercayai praktik perdukunan.

Buya Yahya menjelaskan bahwa setelah manusia meninggal dunia, ia akan memasuki alam barzakh. Perkara yang dihadapi manusia di alam tersebut berkaitan dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Pelaku Pesugihan Tetap Menghadapi Alam Barzakh

Dalam pandangan Islam, setiap manusia yang meninggal akan memasuki alam barzakh sebelum datangnya kehidupan akhirat.

Buya Yahya menjelaskan bahwa apabila seseorang meninggal dalam keadaan membawa dosa besar, termasuk syirik karena menggantungkan diri kepada selain Allah, maka persoalan yang dihadapinya berkaitan dengan dosa dan amal perbuatannya.

"Dia mendapatkan siksa di alam barzakh. Kok jadi budaknya iblis?" ujar Buya Yahya.

Dengan demikian, ia menegaskan tidak ada dasar untuk meyakini bahwa orang yang meninggal setelah menjalani pesugihan akan tinggal bersama makhluk halus atau menjalankan tugas sebagai pelayan setan.

Mitos Berubah Menjadi Kera

Selain mitos menjadi budak makhluk gaib, Buya Yahya juga menyoroti kepercayaan yang menyebut pelaku pesugihan akan berubah menjadi kera setelah meninggal dunia.

Ia mengaku pernah mendengar cerita tersebut di tengah masyarakat yang mengaitkan keberadaan kera di lokasi tertentu dengan orang-orang yang disebut pernah melakukan pesugihan.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |