Beban Kesehatan Tembus Rp120 Triliun, PFI Serukan Penanganan Sistemik Karhutla di Indonesia

2 hours ago 5

loading...

Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Foto/SindoNews

JAKARTA - Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 73.425 hektare hutan dan lahan terbakar di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi.

PFI menilai karhutla telah menjadi persoalan serius yang mengarah pada ancaman krisis kemanusiaan dan membutuhkan penanganan sistemik serta reformasi kebijakan berkelanjutan.

Anggota Dewan Pakar PFI yang juga merupakan CEO The Landscape Group Agus Sari, menyayangkan diabaikannya peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi Super El Nino atau El Nino Kuati. BMKG sudah mengingatkan bahwa kondisi El Nino yang menguat dapat menekan curah hujan, meningkatkan kekeringan, memperluas hotspot, dan meningkatkan resiko kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia

“Early warning system harusnya bukan sekadar pengumuman, tetapi mencakup protokol lengkap mitigasi dan penanggulangannya, dari pusat sampai desa. Apalagi saat ini efek El Nino baru mulai dan belum mencapai puncaknya. Suhu akan makin panas. kekeringan makin meluas dan ancaman kebakaran hutan dan lahan makin meningkat,” kata Agus, Rabu (26/8/2026).

Laporan Landscape Advisory yang dirilis 21 Agustus 2026 mengungkap peran sentral gambut dalam bencana Karhutla. Dari total jejak hotspots mingguan, sekitar 81.759 hektare berada di wilayah gambut Dalam satu minggu, 1,66 persen gambut terbakar, dibanding 0,71 persen tanah mineral, sekitar 2,3 kali lebih tinggi, dan diperkirakan menyumbang sebagian besar emisi. Lahan gambut ini banyak tersebar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, khususnya pada lanskap yang telah mengalami drainase.

Baca juga: RINGKUS PEMBAKAR HUTAN! 96 Orang Resmi Jadi Tersangka Karhutla di Riau | Sindo Prime | 25/08

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |