Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!

2 hours ago 4

loading...

Menurut peneliti budaya Jawa Muhammad Solikhin dalam bukunya Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa, kata Suro berasal dari bahasa Arab Asyura yang berarti sepuluh. Foto ilustrasi/ist

Benarkah asal-usul nama Suro sama dengan Asyura atau hari ke-10 Muharram? Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.

Menurut peneliti budaya Jawa Muhammad Solikhin dalam bukunya Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa, kata "Suro" berasal dari bahasa Arab "Asyura" yang berarti "sepuluh".

Istilah tersebut merujuk pada tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Pada hari itu terdapat berbagai peristiwa penting yang disebutkan dalam literatur Islam. Dalam tradisi sebagian masyarakat Muslim, Hari Asyura juga dikenal sebagai hari yang dianjurkan untuk berpuasa sebagaimana dicontohkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Baca juga: Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam

Perspektif Islam tentang Bulan Muharram

Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Allah SWT menyebutnya sebagai bagian dari empat bulan haram atau bulan suci bersama Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijjah.

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh pada bulan ini, seperti berpuasa, bersedekah, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak zikir.

Adapun berbagai tradisi budaya yang berkembang di masyarakat tentang tradisi malam 1 Suro, dapat dipandang sebagai bagian dari warisan sejarah dan kearifan lokal, selama tidak bertentangan dengan ajaran tauhid dan syariat Islam.

Malam 1 Suro pada akhirnya bukan sekadar peristiwa pergantian tahun dalam kalender Jawa. Di baliknya tersimpan sejarah panjang akulturasi budaya dan Islam yang diwariskan sejak masa Sultan Agung hingga terus dikenang oleh masyarakat Jawa sampai sekarang.

Baca juga: Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!

(wid)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |