loading...
Al-Qur’an menempatkan beberapa posisi anak di dalam kehidupan ini, salah satunya anak sebagai qurataayun atau penyejuk hati orang tuanya. Foto ilustrasi/ist
Islam memiliki pandangan yang berbeda terhadap anak jika dilihat dari perspektif Al-Qur’an. Apa dan bagaimana kedudukan anak tersebut?
Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah (titipan) yang Allah Ta'ala berikan kepada setiap orang tua. Mereka adalah hasil cinta kasih kedua orang tuanya, buah hati, pelipur lara, pelengkap keceriaan rumah tangga, penerus cita-cita sekaligus investasi pelindung orang tua terutama ketika mereka sudah dewasa dan orang tua sudah berusia lanjut.
Seorang anak juga bisa menjadi penyelamat orang tuanya nanti di hari akhirat bahkan ada anak yang akan memasangkan mahkota di kepala kedua orang tuanya jika di dunia ini mereka mampu menghafal Al-Qur’an. Akan tetapi, anak juga bisa menjadi penghalang orang tua untuk masuk surga jika anaknya mengerjakan kemaksiatan di dunia.
Karena itu, Al-Qur’an menempatkan beberapa posisi anak di dalam kehidupan ini. Antara lain:
1. Anak sebagai penyejuk hati (Qurrota a'yun)
Sebagai Qurrata a’yun (penyejuk hati) kedua orang tuanya, inilah kedudukan anak yang terbaik yakni manakala anak dapat menyenangkan hati dan menyejukan mata kedua orangtuanya. Mereka adalah anak-anak yang apabila ditunjukkan untuk beribadah, seperti salat, mereka segera melaksanakannya dengan suka cita.
Apabila diperintahkan belajar, mereka segera menaatinya. Mereka juga anak-anak yang baik budi pekerti dan akhlaknya, ucapannya santun dan tingkah lakunya sangat sopan, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
Seperti diungkap dalam firman Allah Ta'ala:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Furqan : 74)
Baca juga: Apa Maksud Anak sebagai Qurrata a’yun? AdakahTanda-tandanya?
2. Anak sebagai perhiasan dunia (Ziinatun Hayat)
Allah Ta'ala berfirman: