4 Anggota BAIS Terlibat Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Ini Analisa Eks KABAIS TNI

7 hours ago 7

loading...

KABAIS TNI 2011-2013, Laksda TNI Purn Adv Soleman B Ponto menyoroti keterlibatan anggota BAIS dalam kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS. Foto/SindoNews

JAKARTA - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengamankan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) yang diduga terlibat penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Keterlibatan keempat oknum anggota TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) menjadi catatan bagi BAIS TNI.

KABAIS TNI 2011-2013, Laksda TNI Purn Adv Soleman B Ponto mengatakan, pernyataan Danpuspom TNI bahwa empat prajurit yang merupakan anggota Denma BAIS TNI diduga melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menempatkan perkara ini tidak lagi sekadar sebagai tindak pidana biasa, tetapi sebagai persoalan serius yang menyentuh profesionalitas dan kehormatan institusi intelijen militer.

“Dalam pernyataannya disebutkan para pelaku berasal dari AL dan AU. Di sinilah muncul persoalan yang perlu dikritisi secara tajam dan proporsional. Sebab mereka berada dalam struktur BAIS dan bekerja dalam sistem intelijen yang terintegrasi,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Baca juga: 4 Oknum Prajurit Pelaku Penyiram ke Aktivis KontraS dari BAIS TNI, Matra AL dan AU

Menurut Soleman, mereka tidak lagi bertindak dalam kapasitas operasional matra asal. Dengan demikian, penyebutan matra AL dan AU dalam konteks ini menjadi problematik karena mengaburkan struktur tanggung jawab.

“Dalam sistem militer, tanggung jawab melekat pada struktur komando saat ini, bukan asal pembinaan ketika seorang prajurit sudah ditempatkan, ditugaskan, dan bekerja di BAIS maka tanggung jawab operasional sepenuhnya berada pada BAIS, bukan pada matra asal,” katanya.

Lihat video: 4 Prajurit TNI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Ditahan

Selain itu, penyebutan nama matra juga berpotensi mengambinghitamkan matra. Sebab penyebutan matra dalam konteks negatif seperti ini berpotensi menyeret nama baik AL dan AU dan menciptakan persepsi publik bahwa matra tertentu terlibat padahal tidak memiliki hubungan komando dalam peristiwa tersebut.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |