31 Ton Emas Venezuela di Inggris Segera Dipindah ke AS, Nilainya Rp71 Triliun

3 hours ago 3

loading...

Pemerintah dan oposisi Venezuela mendekati kesepakatan untuk memindahkan 31 ton emas milik bank sentral Venezuela yang disimpan di Bank of England ke AS. Foto/Bank of England

CARACAS - Pemerintah Venezuela dan pihak oposisi telah mendekati kesepakatan untuk memindahkan 31 ton emas bank sentral dari Bank of England di London, Inggris, ke Federal Reserve of New York, Amerika Serikat (AS). Nilai cadangan emas ini sekitar USD4 miliar atau lebih dari Rp71 triliun (kurs Rp17.754/USD).

Berdasarkan kesepakatan yang sedang dibahas, pemerintahan sementara yang dipimpin Delcy Rodríguez akan memperoleh kendali hukum atas cadanan emas tersebut. Namun, pemerintah tidak akan diizinkan untuk langsung menjual cadangan emas itu, menurut empat orang yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Baca Juga: Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil

Sebagai gantinya, emas-emas tersebut berpotensi digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman yang dapat dipakai pemerintah membiayai berbagai kebutuhan, termasuk rekonstruksi pascagempa dahsyat yang melanda Venezuela pada Juni lalu.

Tiga orang yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan emas-emas itu dapat dijadikan agunan untuk memperoleh pendanaan rekonstruksi.

Kesepakatan mengenai emas tersebut menjadi salah satu hasil konkret pertama dari proses negosiasi yang didukung Amerika Serikat antara pemerintahan sementara Venezuela dan kelompok oposisi.

Jika disepakati secara final, langkah tersebut akan mengakhiri sengketa selama tujuh tahun mengenai nasib cadangan emas Venezuela. Perselisihan itu bermula pada 2019, ketika Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah negara lain mengakui politikus oposisi Juan Guaidó—yang saat itu menjabat ketua Majelis Nasional—sebagai presiden Venezuela yang sah.

Sejak saat itu, oposisi mengeklaim kendali atas batangan emas milik bank sentral Venezuela yang disimpan di brankas Bank of England.

Sengketa hukum mengenai emas tersebut bahkan sempat sampai ke Mahkamah Agung Inggris.

Namun, kesepakatan tersebut belum final. Orang-orang yang mengetahui pembicaraan mengatakan proses penyelesaian berbagai persoalan teknis masih dapat memerlukan waktu.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |