loading...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
TEL AVIV - Gelombang serangan rudal Iran mengguncang Israel dan membuat kota metropolitan Tel Aviv dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik. Ledakan keras terdengar sepanjang malam ketika sirene serangan udara meraung-raung, memaksa warga berlarian menuju bunker perlindungan.
Serangan tersebut menandai salah satu eskalasi paling serius dalam konflik terbuka antara Iran dan Israel dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah laporan menyebutkan beberapa rudal balistik berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam kawasan strategis di sekitar Tel Aviv. Kota yang dikenal sebagai pusat ekonomi dan teknologi Israel itu mendadak berubah menjadi wilayah siaga perang.
Tim penyelamat langsung dikerahkan ke berbagai lokasi dampak untuk mengevakuasi korban dan menangani kerusakan bangunan. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal membubung dari beberapa titik di kota tersebut setelah rudal menghantam daratan.
Tel Aviv Gelap Gulita
Situasi semakin dramatis ketika salah satu serangan dilaporkan menghantam fasilitas energi strategis Israel. Dampaknya, sebagian wilayah di Tel Aviv mengalami pemadaman listrik besar-besaran.
Target utama yang disebut-sebut terkena dampak adalah pembangkit listrik besar di wilayah pesisir Israel. Gangguan pada fasilitas tersebut memicu efek domino terhadap pasokan energi nasional.
Akibatnya, sebagian kawasan Tel Aviv dilaporkan mendadak gelap gulita pada malam hari. Lampu-lampu kota padam, sementara sirene peringatan terus berbunyi menandakan ancaman serangan lanjutan.
Bagi warga kota, malam itu berubah menjadi situasi penuh ketegangan. Banyak keluarga menghabiskan waktu berjam-jam di ruang perlindungan bawah tanah sambil menunggu kabar terbaru mengenai kondisi keamanan.
Serangan Beruntun Iran
Menurut sejumlah laporan militer, serangan yang menghantam Israel tidak hanya terjadi sekali. Iran disebut meluncurkan beberapa gelombang rudal dan drone secara simultan.
Strategi ini diduga bertujuan membanjiri sistem pertahanan udara Israel agar sebagian proyektil dapat menembus pertahanan.
Israel sendiri memiliki beberapa sistem pertahanan udara berlapis seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow yang dirancang untuk mencegat berbagai jenis ancaman udara. Namun ketika serangan datang secara bersamaan dalam jumlah besar, sistem tersebut dapat mengalami tekanan berat.
Analis militer menyebut metode serangan seperti ini kerap digunakan untuk meningkatkan peluang rudal mencapai target.
Balasan atas Serangan Israel
Pemerintah Iran menyatakan serangan rudal tersebut merupakan respons terhadap operasi militer Israel sebelumnya di wilayahnya.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1233197/original/051827400_1463211299-WhatsApp_Web_kirim_dokumen.jpg)










