Studio Billy Ubah Senopati Jadi Ruang Nongkrong Urban, Santai dan Intim

2 hours ago 7

loading...

Studio Billy dirancang menyerupai apartemen urban yang hangat dan personal. Foto: Dok Studio Billy

JAKARTA - Malam di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, terasa berbeda pekan ini. Lampu temaram memenuhi lantai dua Billy’s Block yang dibuka sejak 2023. Dentuman musik mengalun lembut dari sistem audio berkelas tinggi. Gelas koktail beradu pelan di antara percakapan para tamu. Di tengah perkembangan lifestyle Jakarta, Studio Billy resmi diperkenalkan sebagai listening bar dan modern bistro terbaru.

Tempat ini dirancang menyerupai apartemen urban yang hangat dan personal. Sofa empuk, rak vinyl, hingga detail interior terasa lived-in dan akrab. Pengunjung datang bukan sekadar makan atau menikmati minuman. Mereka juga menikmati musik dengan lebih serius dan intim. Karena itu, Studio Billy menghadirkan pengalaman sosial yang terasa lebih santai dan dekat.

Konsep tersebut terinspirasi dari kultur listening bar berbagai kota dunia. Selain itu, sentuhan city bistro dan hospitality apartment-style ikut dihadirkan. Program musik dikurasi melalui high-fidelity sound system dengan kualitas audio detail. Sementara hidangan dan minuman dibuat untuk menemani percakapan panjang sepanjang malam. Pengalaman itu kemudian dipadukan dengan pendekatan dining yang lebih sosial dan relaxed.

Co-Founder Billy’s Block, Ghaniya Kartasasmita, mengatakan, Studio Billy lahir dari kebutuhan ruang personal. Jakarta dinilai membutuhkan tempat berkumpul yang terasa lebih dekat dan hangat. Menurutnya, banyak orang kini mencari koneksi yang lebih nyata di tengah rutinitas padat. “Kami ingin orang merasa connected dengan musik dan ruang,” ujar Ghaniya. Pernyataan itu terasa selaras dengan konsep intimate yang dibangun Studio Billy.

Sementara itu, Co-Founder Billy’s Block, Gupta Sitorus, melihat Studio Billy sebagai evolusi komunitas kreatif. Billy’s Block sejak awal memang dibangun berbasis cultural exchange dan komunitas urban. Kini, konsep tersebut diperluas melalui pengalaman hospitality yang lebih personal. Gupta menilai orang datang bukan hanya mencari makanan enak. “Hospitality sekarang tentang energi yang membuat orang kembali,” katanya.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |