SINGAPORE INTERNATIONAL FESTIVAL OF ARTS 2026 HADIRKAN TEMA “LET’S PLAY!”

16 hours ago 4

SINGAPURA, 5 Mei, 2026 /PRNewswire/ — Singapore International Festival of Arts (SIFA) akan berlangsung pada 15–30 Mei 2026 dengan mengusung tema "Let’s Play!". Digelar oleh Arts House Group, SIFA 2026 mengajak publik untuk mengeksplorasi, bereksperimen, dan membangun koneksi melalui seni. Di bawah arahan Direktur Festival Chong Tze Chien, SIFA memasuki fase kuratorial baru selama tiga tahun untuk menelusuri lanskap seni pertunjukan Singapura—meninjau masa lalu, menelaah masa kini, dan membayangkan masa depan.

 
SIFA returns from 15 to 30 May 2026 with the tagline “Let’s Play!”.

SIFA 2026 menghadirkan lima pilar program utama yang menawarkan beragam pengalaman seni. Festival Stage menampilkan produksi berskala besar, sedangkan Festival Village berlokasi di kawasan bersejarah Empress Lawn dan menyuguhkan pertunjukan terbuka dengan latar monumen nasional. Selain itu, Festival Play!Ground menghadirkan karya dan parade interaktif. Festival House dirancang sebagai pengalaman untuk keluarga, dan Festival Late Nites menyajikan program malam hari. Rangkaian kegiatan berlangsung dari Civic District hingga kawasan digital terbaru Singapura, sekaligus menjangkau wilayah permukiman.

Festival ini menampilkan beragam karya dari seniman Singapura dan mancanegara, antara lain:

  • Last Rites karya Liu Xiaoyi (Singapura) menghadirkan aktor teater lintasbudaya yang mengangkat tema tentang akhir kehidupan dan warisan
  • Salesman之死 karya penulis drama Jeremy Tiang dan sutradara Danny Yeo (Singapura) menafsirkan kembali karya Arthur Miller pada 1983 dalam versi beijing, Death of a Salesman, mengangkat isu kepemilikan budaya di era global
  • Strangely Familiar《熟悉的陌生》karya T.H.E Dance Company (Singapura) menyoroti keterkaitan budaya, identitas digital, dan norma keseharian dalam kehidupan modern
  • Noli Timere karya Rebecca Lazier (Kanada) dan Janet Echelman (Amerika Serikat) memadukan seni tari kontemporer dan sirkus avant-garde dalam sebuah pertunjukan udara
  • LACRIMA karya Caroline Guiela Nguyen (Prancis) mengeksplorasi dinamika manusia di balik proyek pernikahan kerajaan haute couture fiktif di Paris
  • Hedda Gabler yang dibintangi Lee Hye-young (Korea Selatan) hadir sebagai reinterpretasi modern karya klasik Ibsen tentang hasrat, frustrasi, dan batasan sosial
  • Hamlet karya Teatro La Plaza (Peru) menampilkan aktor dengan Down syndrome yang menyuarakan pengalaman mereka melalui kisah tragedi William Shakespeare
  • The Lighthouse karya Patch Theatre (Australia), pertunjukan menarik bagi keluarga yang menggabungkan seni instalasi, eksplorasi ilmiah, dan hiburan interaktif
  • AUTOMATA, program late-night yang dikurasi oleh Hothouse (Singapura), mengeksplorasi tema ritual dan tubuh mesin, menampilkan seniman seperti produser musik Guzz (Tiongkok)

Informasi lengkap tentang program acara dan penjualan tiket: sifa.sg.

Narahubung Media:
Lee Say Hua, [email protected], +65 96684605

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |