Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa

9 hours ago 10

loading...

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, meluncurkan organisasi kebencanaan Sinergi Aksi Peduli Bangsa (Sigap Bangsa) . Foto/istimewa

BOGOR - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, meluncurkan organisasi kebencanaan Sinergi Aksi Peduli Bangsa (Sigap Bangsa) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peluncuran menjadi langkah baru PKB dalam memperkuat keterlibatan masyarakat di bidang penanggulangan bencana.

Organisasi ini dibentuk untuk menjadi wadah yang efektif dalam membangun relawan yang memiliki keterampilan, kesiapsiagaan, dan kemampuan merespons bencana secara cepat dan terukur.

Gus Muhaimin mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak relawan kebencanaan yang terlatih. Menurutnya, keterbatasan personel penanggulangan bencana harus diperkuat melalui dukungan dan partisipasi masyarakat.

Baca juga: Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Harap Perkokoh Nilai Kebangsaan Generasi Muda

"Ada organisasi baru yang bernama SIGAP BANGSA. Organisasi ini dibentuk untuk mengantisipasi sekaligus menjadi organisasi yang efektif dalam penanggulangan bencana. Tidak mudah melatih relawan yang memiliki keterampilan kebencanaan, sementara keterbatasan tim penanggulangan bencana membutuhkan dukungan partisipatif dari masyarakat," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Gus Muhaimin yang hadir didampingi Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto meyakini semakin banyak masyarakat yang terlibat, maka kemampuan Indonesia dalam menghadapi bencana akan semakin baik. "Kita berharap semakin banyak orang terlibat dalam penanggulangan bencana. Saya yakin cara, teknik, dan strategi penanggulangan bencana di Indonesia akan semakin maju," katanya.

Lihat video: Breaking News Puncak Harlah ke-27 PKB, Presiden Prabowo:Kerja Keras untuk Kepentingan Rakyat

Menurut Gus Muhaimin, Indonesia juga perlu terus belajar dari negara-negara yang telah memiliki sistem penanggulangan bencana yang lebih maju. "Kita boleh belajar dari berbagai negara yang memiliki keunggulan dalam strategi, taktik, teknologi, kecepatan, dan ketangguhan menghadapi bencana. Semua itu perlu terus kita adaptasi untuk memperkuat kapasitas bangsa," tuturnya.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |