Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global

5 hours ago 8

loading...

Drift King legendaris Keiichi Tsuchiya akan hadir langsung di IMX 2026 Next Gen Culture — membawa proyek rahasia yang belum pernah diungkap ke publik. Foto: NMAA

JAKARTA - Bukan dari sirkuit resmi, melainkan dari touge — jalur pegunungan gelap tempat balapan liar — Keiichi Tsuchiya membangun reputasinya sebagai pria yang paling ditakuti di tikungan.

Drift King itu kini dikonfirmasi hadir di Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 "Next Gen Culture", 9–11 Oktober 2026, Hall 1, 2, dan 3 ICE BSD City, Tangerang. Bukan sekadar hadir — ia membawa kejutan yang masih dirahasiakannya.

Siapa Keiichi Tsuchiya dan Mengapa Disebut Drift King?

Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global

Keiichi Tsuchiya memulai karier balap resmi di ajang Fuji Freshman Series pada 1977, saat usianya baru 21 tahun.

Tapi nama "Drift King" tidak lahir di sirkuit — melainkan dari video legendaris Pluspy (1987), yang merekam aksi drifting jalanan di pegunungan Jepang menggunakan Toyota AE86 Sprinter Trueno. Video itu menjadi kitab suci para penggemar drifting global.

Karier Balap: Data dan Catatan
Rekam jejaknya di lintasan resmi tak kalah solid:
Juara Formula Mirage (1990)
Finis kedua, 1000km of Suzuka (1994)
Juara kelas, 24 Hours of Le Mans (1995 & 1999)
Runner-up All Japan GT Championship (2001)
Pensiun pada 2004 dengan memecahkan rekor lap GT Car di Sirkuit Tsukuba menggunakan Honda ARTA NSX — catatan waktu 51,875 detik

Setelah pensiun dari balapan profesional, Keiichi menjabat Team Director tim ARTA GT500 dan GT300 di JGTC hingga musim 2005, menjadi konsultan produksi anime Initial D, juri Grand Prix Drift Championship, serta muncul sebagai cameo di film The Fast and The Furious: Tokyo Drift.

Apa yang Akan Dibawa Keiichi ke IMX 2026?

Ia sendiri belum mau bicara banyak.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |