loading...
Alasan penamaan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir karena pada bulan itu orang Arab membangun atau mendiami bangunan khusus musim semi atau gugur.. Foto ilustrasi/ist
Sejarah penamaan dan asal usul bulan Rabiul Awal , penting diketahui umat Islam. Pasalnya banyak makna dan keutamaan dari bulan yang populer disebut bulan Maulid ini.
Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriyah setelah bulan Shafar. Rabiul Awal (رَبِيْعُ الأَوَّلِ) disebut sebagai Rabi'. Dilansir dari laman MUI, kata Rabi' dalam bahasa Arab cukup rumit. Kata ini digunakan untuk penamaan musim dan bulan. Adapun Rabi' dalam konteks musim, dapat berarti musim semi atau musim gugur.
Sebagian masyarakat Arab menyebut musim semi sebagai Rabi', sebagian lain menyebut Rabi' adalah musim gugur. Sementara Rabi' dalam konteks bulan, adalah dua bulan berturut-turut setelah bulan Shafar. Yaitu Rabiul Awa l dan Akhir. Dinamai seperti itu karena dua bulan itu terjadi antara musim semi sampai musim gugur.
Nah, untuk membedakan Rabi' yang bermakna musim dan Rabi' yang bermakna bulan, orang Arab biasa mengawali Rabiul Awal dan Rabiul Akhir dengan kata Syahr (bulan), sehingga menjadi Syahru Rabi' al-Awwal wa Syahr Rabi' al-Akhir. (Jawwad Ali, al-Mufasshal fi Tarikhil Arab qablal Islam, juz 16, hlm 76)
Allah Subhanahu WaTa'ala berfirman :
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوۡرِ عِنۡدَ اللّٰهِ اثۡنَا عَشَرَ شَهۡرًا فِىۡ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوۡمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ مِنۡهَاۤ اَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ ؕ ذٰ لِكَ الدِّيۡنُ الۡقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظۡلِمُوۡا فِيۡهِنَّ اَنۡفُسَكُمۡ ؕ وَقَاتِلُوا الۡمُشۡرِكِيۡنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوۡنَكُمۡ كَآفَّةً ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الۡمُتَّقِيۡن
Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS At-Taubah Ayat 36)
Baca juga: Bulan Maulid, Momentum Mengenal Lebih Dekat Biografi Baginda Rasulullah SAW
Ibnu Katsir saat menafsirkan ayat di atas, tentang pembagian bulan menjadi 12, merujuk pendapat karya Syaikh Alamuddin as-Sakhawi terkait alasan penamaan bulan-bulan Hijriyah. Dijelaskan bahwa alasan penamaan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir karena pada bulan itu orang Arab membangun atau mendiami bangunan khusus musim semi atau gugur. (Tafsir Ibnu Katsir Darut-Thayibah, juz 4 hlm 146)