loading...
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakan Selat Hormuz telah jadi senjata Iran yang tidak kalah ampuhnya dengan senjata nuklir. Foto/Tehran Times
TEHERAN - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Selat Hormuz telah menjadi senjata Iran yang tidak kalah ampuhnya dengan senjata nuklir. Menurutnya, Teheran juga memiliki senjata "termonuklir" cadangan, yaitu Selat Bab el-Mandab.
Medvedev menyampaikan hal itu kepada para jurnalis di Teheran, tempat dia menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Sabtu.
Baca Juga: Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Mesk Tak Melayat untuk Khamenei
"Iran telah menemukan senjata lain yang tidak kalah kuatnya dari senjata nuklir, yaitu Selat Hormuz, yang memiliki status internasional yang kompleks. Saya percaya Iran memiliki cadangan bukan hanya senjata nuklir, tetapi juga senjata termonuklir, dan ini diwakili oleh Selat Bab el-Mandeb," kata Medvedev.
Dia menambahkan bahwa Selat Bab el-Mandeb dapat menciptakan situasi di mana semua pengiriman minyak akan diblokir. "Dan semua negara yang mencari konflik di Timur Tengah harus mengingat hal ini," ujarnya.
Medvedev, yang pernah menjabat sebagai presiden dan perdana menteri Rusia, mengumumkan bahwa dia telah membahas dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian gagasan tentang platform negara-negara yang dikenai sanksi untuk melawan pembatasan "ilegal".
"Saya percaya kita dapat terus bekerja ke arah ini. Kebetulan, ini adalah salah satu topik yang kami bahas dengan Presiden Pezeshkian selama pertemuan saya," paparnya. Menurut Medvedev, platform tersebut dapat mencakup China dan negara-negara lain selain Rusia dan Iran.
Bagi Medvedev, proses mencapai kesepakatan akhir antara Iran dan Amerika Serikat akan sangat sulit. "Memorandum of Understanding antara Iran dan Amerika Serikat meletakkan dasar untuk negosiasi lebih lanjut," ujarnya, yang dilansir Russia Today, Minggu (5/7/2026).

















































