loading...
Caption KM 77 titik lokasi rawan kecelakaan di Tol Malang. Foto/SindoNews/Avirista Midaada
MALANG - Sejumlah titik rawan kecelakaan perlu menjadi perhatian pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Malang. Titik-titik black spot atau rawan kecelakaan ini tersebar di area tol dan jalan arteri.
Mulai dari paling ujung utara Kabupaten Malang di Lawang, hingga ke selatan yang menjadi akses jalan raya dari Kabupaten Malang menuju Blitar, Tulungagung, dan sekitarnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoiruddin mengatakan, di ruas Tol Pandaan Malang misalnya, terdapat beberapa titik yang kerap terjadi kecelakaan sejak pada KM 73+600 di wilayah Kabupaten Malang. Namun ada beberapa titik yang jadi perhatian mulai di KM 76, apalagi ketika cuaca hujan deras.
"Kalau di tol itu ada beberapa titik, seperti yang kemarin kecelakaan di KM 76, itu satu bulan dua kali kecelakaan, waktu hujan, tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ucap Samsul Khoiruddin, ditemui di Pos Pelayanan Karanglo, Singosari, Malang, Kamis (27/3/2025).
Menurut Samsul, selain di KM 76 ruas jalan pada KM 77, dan beberapa titik yang memiliki kontur tol turun dan menanjak juga perlu diwaspadai terutama bagi pemudik jarak jauh yang belum hafal kontur jalannya. Namun perhatian memang ada pada fenomena aquaplanning yang kerap menimpa mobil-mobil saat melaju di kecepatan tinggi ketika hujan.
"Biasanya kalau jalan lurus itu sering terjadi kecelakaan, tapi untuk kabut di wilayah jalan tol Kabupaten Malang tidak terlalu tebal, meksi akhir-akhir ini Malang sering hujan. Cuma yang perlu diperhatikan tadi aquaplanning, kadang pengemudi itu kalau hujan biasanya keburu - buru berkendara kencang," terangnya.
Samsul juga mengingatkan fenomena kecelakaan di jalan arteri non tol, di beberapa titik mulai dari kawasan Bululawang, Slorok Kromengan Sumberpucung, hingga Pakis. Dimana jalur - jalur itu juga memiliki kontur jalur lurus dan mulus.
"Titik black spot tetap di seputaran Slorok,kemudian yang selalu kita pantau di Bululawang, Pakis. Kondisi jalan cenderung lurus, akhirnya sering terjadi kecelakaan di situ," jelasnya.
Beruntung dari segi angka kematian atau angka fatalitas memang dalam sebulan terakhir cenderung menurun. Pihaknya berharap angka kecelakaan dan fatalitas atau kematian akibat kecelakaan selama masa arus mudik dan balik Lebaran bisa ditekan, atau bahkan tidak ada.
"Dari usia kebanyakan di angka usia produktif mulai 16, 17, 18 tahun itu sering terjadi kecelakaan, kebanyakan pengendara di bawah umur kurangnya pengetahuan, karena tidak punya SIM, dan helm pun jarang dipakai," pungkasnya.
(cip)