Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!

13 hours ago 11

loading...

Selama bertahun-tahun, dunia dibuat ketakutan oleh cengkeraman mutlak China dalam industri rare earth atau logam tanah jarang. Namun peneliti justru membongkar realitas yang bertolak belakang. Foto/Dok

JAKARTA - Selama bertahun-tahun, dunia internasional dibuat ketakutan oleh cengkeraman mutlak China dalam industri rare earth atau logam tanah jarang , yakni mineral super langka yang menjadi bahan baku wajib pembuatan chip canggih, jet tempur, baterai EV, hingga teknologi militer masa depan. Barat bahkan sering gemetar jika Beijing mengancam akan menyetop ekspor mineral ini.

Namun sebuah laporan rahasia yang baru saja diterbitkan oleh para peneliti papan atas China sendiri justru membongkar realitas yang bertolak belakang. Studi terbaru ini memperingatkan bahwa industri logam tanah jarang milik Negeri Tirai Bambu -julukan China- sebenarnya menyimpan kelemahan fatal yang membuat mereka bertekuk lutut di hadapan Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

China Hanya Menang Kasar, Bukan Teknologi Inti

Selama ini publik mengira China memegang kendali penuh karena menguasai cadangan tambang, kapasitas pemurnian, hingga kuota ekspor global. Namun studi yang diterbitkan dalam Bulletin of the Chinese Academy of Sciences ini mengajak dunia melihat dari sudut pandang berbeda: Penguasaan Hak Paten Teknologi Tinggi.

Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia

Tim peneliti dari University of Science and Technology of China (USTC) blak-blakan mengakui bahwa dalam urusan mengubah mineral mentah menjadi komponen fungsional tingkat tinggi, China sama sekali belum memimpin.

"China tidak berada dalam posisi memimpin dalam menguasai teknologi-teknologi inti di bidang-bidang tertentu," tulis para peneliti dalam makalah ilmiah tersebut secara jujur seperti dilansir South China Morning Post.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |