Putin dan Kim Jong-un Akan Hadiri Parade Militer China, Bentuk Perlawanan terhadap Barat

1 day ago 7

loading...

Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kompak akan hadiri parade militer China pada 3 September nanti. Foto/via KCNA

BEIJING - Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un akan menghadiri parade militer di Beijing, China. Ini akan menandai penampilan publik pertama kedua pemimpin tersebut bersama Presiden Xi Jinping dalam sebuah demonstrasi perlawanan kolektif di tengah tekanan Barat.

Kementerian Luar Negeri China, pada Kamis (28/8/2025), mengatakan tidak ada pemimpin Barat yang akan berada di antara 26 kepala negara dan pemerintahan asing yang menghadiri parade minggu depan, kecuali Robert Fico, Perdana Menteri Slovakia—negara anggota Uni Eropa dan NATO.

Dengan latar belakang meningkatnya kekuatan militer China selama parade "Hari Kemenangan" pada 3 September, ketiga pemimpin tersebut akan menunjukkan solidaritas yang besar, tidak hanya antara China dan negara-negara berkembang, tetapi juga dengan Rusia dan Korea Utara yang terkena sanksi.

Baca Juga: NATO Dibikin Pusing 3 Kapal Selam Rusia yang Diduga Dekati Kapal Induk AS

Rusia, yang dianggap Beijing sebagai mitra strategis, telah terpukul oleh beberapa putaran sanksi Barat yang dijatuhkan setelah invasinya ke Ukraina pada tahun 2022, dengan ekonominya di ambang resesi. Putin, yang diburu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC), terakhir kali mengunjungi China pada tahun 2024.

Korea Utara, sekutu resmi China dalam perjanjian, telah berada di bawah sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 2006 atas pengembangan senjata nuklir dan rudal balistiknya. Kim Jong-un terakhir kali mengunjungi China pada Januari 2019.

Parade militer China yang menandai penyerahan resmi Jepang selama Perang Dunia II akan dihadiri oleh Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko, Presiden Iran Masoud Pezashkian, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dan Ketua Majelis Nasional Korea Selatan Woo Won-shik. Demikian disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri China Hong Lei dalam sebuah konferensi pers, yang dikutip Reuters.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |