Program Migrasi Tenaga Kerja Terampil Skema Low Cost Diluncurkan di KBRI Tokyo

3 hours ago 3

loading...

Program Migrasi Tenaga Kerja Terampil Skema Low Cost resmi diluncurkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. FOTO/dok.SindoNews

TOKYO - Program Migrasi Tenaga Kerja Terampil Skema Low Cost resmi diluncurkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Inisiatif ini menargetkan penghapusan biaya migrasi yang selama ini selalu membebani para calon pekerja Indonesia. Biaya migrasi yang kerap mencapai puluhan juta rupiah membuat partisipasi global workforce dari Indonesia terbilang rendah dibanding negara lain.

Skema baru difokuskan pada penempatan caregiver dan perawat ke Jepang. Indonesian Diaspora Network United (IDN-United) menggandeng Kaikoukai Healthcare Corporation untuk menjalankan program tersebut. Penandatanganan kemitraan ini disaksikan langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Jepang, Kartini Sjahrir.

Program ini mempertemukan kebutuhan tenaga kesehatan Jepang dengan potensi lulusan Indonesia. Jepang menghadapi peningkatan permintaan tenaga kesehatan akibat penuaan populasi. Sementara itu Indonesia memiliki banyak lulusan diploma tiga keperawatan setiap tahun. Proyeksi menunjukkan surplus lulusan mencapai 176.000 orang hingga 2030. Peluang besar tersebut selama ini terhambat biaya migrasi tinggi. Karena itu skema low cost dirancang membuka akses kerja lebih luas.

Baca Juga: 3 WNI Hilang di Selat Hormuz, KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat Upayakan Proses Pencarian

Biaya migrasi selama ini yang mencapai puluhan juta rupiah per kandidat mencakup pelatihan bahasa, administrasi, dan perjalanan keberangkatan. Beban finansial tersebut membuat banyak lulusan gagal berangkat ke luar negeri. Akibatnya tingkat partisipasi pekerja Indonesia relatif rendah dibanding negara lain. Program baru ini berupaya menekan bahkan menghapus biaya tersebut. Pembiayaan dilakukan melalui kolaborasi dengan pengguna tenaga kerja di Jepang.

Melalui skema ini, pelatihan bahasa Jepang dilakukan secara intensif. Program berlangsung di Politeknik Kesehatan dan institusi pendidikan keperawatan mitra. Peserta ditargetkan mencapai kompetensi bahasa Jepang level N4 sebelum keberangkatan. Selain itu administrasi migrasi dan tiket perjalanan juga dapat ditanggung. Karena itu kandidat berpotensi mengikuti seluruh proses tanpa biaya pribadi. Model tersebut diharapkan meningkatkan jumlah pekerja Indonesia di Jepang.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |