loading...
Pesawat komando nuklir E-6B Amerika Serikat. Pesawat ini terlacak berkeliaran tak biasa di Greenland. Foto/Airman 1St Class Megan Delaine/US Air Force
NUUK - Sebuah pesawat komando militer Amerika Serikat (AS), yang mampu berkomunikasi dengan kapal selam bersenjata nuklir, terlacak berkeliaran tidak biasa di Greenland. Setelah terlacak akun media penggemar penerbangan, militer Amerika mengeklaim misi pesawat itu hanya "operasi rutin".
Angkatan Laut AS mengonfirmasi penempatan pesawat komando udara E-6B, yang juga dikenal sebagai Mercury, di Pangkalan Antariksa Pituffik di Greenland untuk apa yang disebutnya sebagai "operasi rutin" dan latihan bersama kapal selam nuklir di Samudra Pasifik dan Atlantik.
"Pasukan Strategis Angkatan Laut melakukan operasi global berkoordinasi dengan komando, layanan, dan sekutu serta negara mitra tempur, bahkan di High North," ujar Jason Fischer, juru bicara Pasukan Kapal Selam AS, dalam sebuah pernyataan kepada Newsweek, yang dilansir Minggu (24/8/2025).
Baca Juga: Ini Lokasi Rahasia Pangkalan Rudal Tercanggih Korut, Momok Nuklir bagi AS dan Sekutunya
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyuarakan minatnya untuk mengakuisisi Greenland, wilayah otonomi Denmark, dengan alasan keamanan nasional dan internasional. Upaya Trump itu untuk menghadapi meningkatnya kehadiran Rusia dan China di Arktik.
Penempatan pesawat E-6B di Greenland menyusul klaim Trump awal bulan ini bahwa dua kapal selam nuklir ditempatkan di "wilayah yang tepat" di dekat Rusia sebagai respons atas pernyataan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang dianggap provokatif.
Bulan lalu, sebuah pesawat E-6B dan kapal selam rudal balistik nuklir USS Maryland terlihat beroperasi di Samudra Atlantik Utara. Kehadiran mereka dikonfirmasi oleh Angkatan Laut AS, dengan catatan bahwa mereka berkoordinasi erat dengan sekutu dan mitra untuk mengatasi "masalah keamanan bersama".