loading...
Salah satu akhlak yang patut diteladani dari Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam adalah cara bergaulnya. Foto ilustrasi/ist
Salah satu akhlak yang patut diteladani dari Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam adalah cara bergaulnya.
Diceritakan oleh Ustaz Muchlis Al-Mughni (Dai lulusan Al-Azhar Mesir) dalam tausiyah edisi 'Cinta Rasul', suatu hari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam mencium cucunya, Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma, sementara di samping beliau ada Al-Aqra' bin Habis. Al-Aqra berkata, "Saya punya sepuluh anak namun tidak ada satupun dari mereka yang aku cium."
Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam pun memandangi Al-Aqra lalu bersabda:, "Siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi."
Abdullah bin Jarir Al-Bajli menceritakan tentang bagaimana pergaulan Rasulullah Shalllahu Alaihi Wassalam.
"Sejak aku memeluk Islam, beliau tidak pernah menutup dirinya dariku, dan tidaklah beliau melihatku melainkan ada senyum menawan di wajahnya. Akupun pernah curhat soal diriku yang tidak jago menunggang kuda, beliau lalu menepukkan tangannya di dadaku sambil berdoa, "Ya Allah kuatkan dia untuk menunggang kuda, jadikan dia orang yang berpetunjuk dan memberikan petunjuk."
"Sekalipun Rasulullah makhluk termulia di sisi Allah 'Azza wa Jalla, itu tidak membuat beliau berlaku tinggi ataupun sombong. Justru beliau sangat tawadhu', berlaku rendah hati kepada siapapun yang ditemuinya. Beliau selalu berwajah penuh senyum dan berseri-seri," kata Ustaz Muchlis yang juga salah satu imam di Masjid Cut Meutia Menteng Jakarta Pusat.
Baca juga: Fakta-fakta Keindahan Akhlak Rasulullah SAW Terhadap Non Muslim
Baginda Nabi SAW tidak pernah membedakan manusia berdasarkan warna kulit dan suku, besar atau kecil, kaya atau miskin. Semuanya dihormati bahkan sekalipun terhadap orang kafir tetap beliau hormati, terutama saat mereka bertamu, maka beliau berikan tempat terbaik dan pelayanan yang maksimalnya.
Beliau selalu turut serta dalam suka duka dan suka cita mereka. Beliau orang yang paling berempati dengan kondisi yang dialami mereka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam merupakan pribadi yang tidak egois apalagi individualis. Bahkan ketika makan, beliau selalu berjamaah dan tidak makan sendirian.
Masya Allah, itulah sekelumit kisah Nabi Muhammad ketika bergaul di tengah masyarakat. Jika ingin dicintai dan disenangi orang lain, maka teladanilah cara bergaul Baginda Nabi SAW. Apalagi saat ini kita memasuki bulan Maulud Nabi ( Rabi'ul Awal ). Hendaknya umat Islam menjadikannya sebagai momentum untuk mengenal Rasulullah dan memperbanyak selawat kepada beliau.
Semoga Allah memberi kita taufik-Nya agar bisa mengenal Rasulullah lebih jauh dan meneladani beliau serta menghidupkan sunnah-sunnahya.
Baca juga: Bulan Maulid, Momentum Mengenal Lebih Dekat Biografi Baginda Rasulullah SAW
(wid)