loading...
Eike Batista, miliarder Brasil yang kehilangan kekayaannya. Foto/britannica
WASHINGTON - Dalam dunia bisnis, kekayaan bisa datang dengan cepat, tetapi bisa hilang lebih cepat lagi. Status miliarder bukan jaminan kebal dari krisis, perang, atau salah strategi.
Sejarah mencatat banyak tokoh besar yang sempat dielu-elukan sebagai orang terkaya dunia, lalu jatuh terpuruk karena badai global.
Berikut adalah kisah beberapa miliarder yang kejatuhannya menjadi pelajaran berharga bagi dunia usaha.
1. Björgólfur Guðmundsson – Korban Krisis Finansial 2008
Dari Islandia, nama Björgólfur Guðmundsson sempat bersinar sebagai salah satu orang terkaya dengan kekayaan lebih dari satu miliar dolar.
Ia mengendalikan Landsbanki, salah satu bank terbesar di negaranya. Namun ketika krisis global 2008 melanda, sistem perbankan Islandia runtuh.
Kekayaan Guðmundsson lenyap dalam sekejap, dan ia terpaksa mengajukan kebangkrutan dengan utang ratusan juta dolar. Dari seorang miliarder, ia berakhir sebagai simbol kehancuran finansial negaranya.
2. Eike Batista – Dari Raja Minyak Brasil Menjadi “Miliarder Minus”
Eike Batista pernah menjadi ikon kebangkitan ekonomi Brasil, dengan kekayaan mencapai USD32 miliar pada puncaknya. Ia membangun kerajaan bisnis berbasis pertambangan dan minyak yang menjanjikan.
Namun, kejatuhan harga komoditas dan kegagalan besar proyek OGX membuat kekayaannya menguap.
Dalam waktu singkat, ia jatuh dari daftar orang terkaya dunia bahkan sempat tercatat memiliki kekayaan negatif. Batista menjadi contoh nyata bahwa ekspansi besar tanpa pondasi kokoh bisa berakhir dengan bencana.
3. Sam Bankman-Fried – Keruntuhan Kerajaan Kripto
Dikenal sebagai “anak emas” dunia kripto, Sam Bankman-Fried mendirikan FTX dan membangun kekayaan hingga USD26 miliar.
Namun pada 2022, kerajaan kriptonya hancur setelah FTX kolaps akibat krisis likuiditas. Dalam hitungan hari, kekayaannya lenyap menjadi nol.
Kejatuhannya tidak hanya mengguncang dirinya pribadi, tetapi juga menjatuhkan kepercayaan global terhadap industri kripto.