loading...
Kemenkes akhirnya buka suara terkait polemik Ketua Umum IDAI Dokter Piprim Basarah Yanuarso, yang mengaku tidak lagi bisa melayani pasien BPJS di RSCM. Foto/Instagram @dr.piprim
JAKARTA - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) akhirnya buka suara terkait polemik Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dokter Piprim Basarah Yanuarso, yang mengaku tidak lagi bisa melayani pasien BPJS di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ( RSCM ). Klarifikasi ini disampaikan setelah pernyataan Piprim viral di media sosial.
Di mana Dokter Piprim Basarah menuturkan akun BPJS miliknya telah dibekukan sehingga pasien hanya bisa ditangani melalui jalur swasta dengan biaya lebih tinggi. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarga yang sebelumnya sudah terjadwal untuk konsultasi dengannya. Menurutnya, situasi ini benar-benar di luar kuasanya sebagai tenaga medis.
Baca Juga: IDAI Tegaskan Penyebab Diabetes pada Anak karena Gaya Hidup Tidak Sehat, Bukan Susu UHT
Dokter Piprim Basarah Ungkap Akun BPJS Dibekukan
Sebelumnya, Dokter Piprim menyampaikan kabar mengejutkan lewat akun Instagram pribadinya. Ia dengan berat hati mengumumkan bahwa aksesnya untuk menangani pasien BPJS di RSCM telah ditutup, sehingga ia hanya bisa melayani pasien di RSCM Kencana dengan jalur swasta.
“Untuk ayah, bunda, orang tua pasien-pasien saya di RSCM, dengan berat hati saya mengumumkan bahwa mulai hari ini saya tidak lagi bisa melayani putra, putri bapak, ibu sekalian yang sakit jantung di RSCM, baik di PJT maupun di Kiara,” kata Dokter Piprim dikutip dari Instagram @dr.piprim, Minggu (24/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa pasien yang ingin tetap ditanganinya kini harus membayar sekitar Rp4 juta per pemeriksaan di RSCM Kencana, sesuatu yang ia akui sangat memberatkan keluarga pasien. Dokter Piprim menegaskan kondisi ini terjadi akibat konflik dengan Kementerian Kesehatan terkait mutasi yang menurutnya tidak prosedural.
"Namun karena kemelut dengan Kementerian Kesehatan, saya menolak mutasi yang tidak prosedural, mutasi dadakan, tanpa adanya lolos mutu, tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, tiba-tiba saya dipaksa dimutasikan ke Fatmawati," jelasnya.