loading...
Rombongan Amirulhaj gelombang kedua tiba di Tanah Suci untuk mengawal pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia. Foto/SindoNews
JEDDAH - Langit Arab Saudi kian terik seiring makin dekatnya fase paling menantang dalam ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah. Menjawab beban ekspektasi atas keselamatan ratusan ribu jemaah, rombongan Amirulhaj gelombang kedua akhirnya menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf memimpin langsung pendaratan delegasi pengawas negara ini. Rombongan mendarat melalui Terminal Internasional Bandara King Abdulaziz, Jeddah, pada Selasa (19/5/2026) sore waktu setempat.
Kedatangan deretan pejabat negara ini bukanlah sekadar rutinitas seremonial tahunan belaka. Kehadiran mereka menjadi alarm pengingat bahwa masa persiapan operasional menuju puncak Armuzna telah memasuki batas tenggat.
Baca juga: Inspeksi Hotel Terjauh Jemaah Haji di Makkah, Wamenhaj Temukan Fakta Mengejutkan
"Kehadiran kami di Tanah Suci adalah untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik," tegas Menhaj Irfan Yusuf kepada Tim Media Center di Jeddah, Rabu (20/5/2026).
Gus Irfan menyoroti secara tajam Armuzna adalah jantung dari seluruh rangkaian rukun Islam kelima ini. Seluruh infrastruktur dasar, mulai dari kelaikan tenda, alur transportasi, hingga ketahanan konsumsi harus dipastikan tanpa cacat.
Evaluasi ketat akan segera diarahkan pada skema mitigasi kesehatan di tengah ancaman suhu panas ekstrem gurun pasir. Keselamatan dan kenyamanan jemaah tidak bisa ditawar atau sekadar mengandalkan improvisasi petugas.
Lihat video: ANTAU FASILITAS! Tim Amirul Hajj Resmi Tiba di Mekkah, Siap Awasi Ibadah Haji
Dalam rombongan pengawas ini, tampak pula sejumlah tokoh sentral seperti Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Wamenag Mohammad Syafi’i. Keterlibatan lintas kementerian ini mengindikasikan bahwa haji adalah pertaruhan wibawa negara secara komprehensif.
Di hadapan jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Menhaj memberikan peringatan sekaligus suntikan moral. Para petugas di garis depan diminta tidak lengah meski telah berminggu-minggu meninggalkan keluarga di Tanah Air.
"Pelayanan ini adalah amanah besar yang harus kita tunaikan dengan penuh tanggung jawab," tutur Irfan mengingatkan beban berat di pundak para petugas.
Ritme kerja di lapangan dipastikan akan semakin menguras keringat dan emosi pada hari pergerakan nanti. Soliditas tim dan kecepatan mengambil keputusan menjadi kunci mutlak untuk mencegah terjadinya penumpukan atau penelantaran jemaah.
Usai konsolidasi awal di Jeddah, Menhaj dijadwalkan langsung tancap gas melakukan lobi-lobi strategis. Ia akan bertatap muka dengan otoritas Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi keesokan harinya.
Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan mampu mengurai berbagai potensi hambatan birokrasi pergerakan di lapangan. Setelahnya, rombongan Amirulhaj akan langsung menyisir fakta sesungguhnya di berbagai sektor pemondokan Makkah.
(cip)


















































