Kala Kolam Budidaya Lele Jadi Produk Unggulan dan Kampung Eduwisata

9 hours ago 10

loading...

Masyarakat Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo melakukan inovasi lele. Di tangan mereka, lele naik kelas menjadi aneka produk olahan, hingga embrio destinasi eduwisata. Foto/Dok. SindoNews

SIDOARJO - Masyarakat Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo melakukan inovasi lele . Di tangan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tsadewa, lele tidak lagi sekadar ikan yang dipanen lalu dijual kepada tengkulak. Komoditas yang selama ini identik dengan kolam budi daya tersebut mulai “naik kelas” menjadi aneka produk olahan, sumber pembelajaran, hingga embrio destinasi eduwisata yang menyasar masyarakat dan pelajar.

Transformasi inilah yang kini tengah dibangun di Desa Wage. Kolam lele perlahan berubah menjadi ruang inovasi yang mempertemukan budidaya perikanan, teknologi, pengolahan pangan, pertanian, edukasi, dan peluang ekonomi masyarakat. Baca juga: 7 Ikan Lokal Pengganti Salmon yang Bergizi dan Murah Meriah

Jika selama ini pembelajaran banyak berlangsung di ruang kelas, kawasan Pokmas Tsadewa menawarkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik kehidupan masyarakat. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pokmas Tsadewa juga telah memiliki flipchart sebagai media informasi mengenai budidaya dan pengolahan lele. Media edukasi ini dikembangkan melalui keterlibatan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya ( Ubaya ).

Transformasi Pokmas Tsadewa merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat – Skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi multidisiplin Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo).

Tim pelaksana terdiri atas Finna Setiawan selaku ketua tim, bersama anggota Amanda Putri Nahumury, Faizal Susilo Hadi, dan Achmad Kusyairi. Ketua PDB Ubaya di Desa Wage, Finna Setiawan menjelaskan kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah desa diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendukung kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |