Inspeksi Hotel Terjauh Jemaah Haji di Makkah, Wamenhaj Temukan Fakta Mengejutkan

15 hours ago 14

loading...

Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau hotel terjauh jemah haji di Sektor 10 di kawasan Aziziyah, Makkah. Foto/SindoNews

MAKKAH - Jarak pandang yang jauh dari Masjidil Haram ternyata tak selamanya berbanding lurus dengan tingginya keluhan jemaah haji . Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, justru menemukan fakta sebaliknya saat meninjau Sektor 10 di kawasan Aziziyah, Makkah, Selasa 19 Mei 2026.

Dahnil melakukan inspeksi mendadak ke Hotel Al-Hidayah Tower untuk mengecek langsung kelaikan akomodasi jemaah. Hotel ini berjarak sekitar 12 kilometer dan menjadi lokasi pemondokan terjauh bagi jemaah haji Indonesia tahun ini.

Di luar dugaan, pemondokan yang berlokasi paling jauh dari pusat peribadatan ini justru mencatatkan rekor tingkat kepuasan tertinggi. Wamenhaj pun memuji kinerja operasional di sektor tersebut.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Tranformasi Ekosistem Ekonomi Haji untuk Rakyat

"Nah ternyata, justru yang minim komplain hari ini, yang minim pengaduan, itu adalah pelayanan di Hotel Al-Hidayah ini," tegas Dahnil kepada tim Media Center Haji, Rabu (20/5/2026).

Kepuasan jemaah ternyata ditopang kuat oleh fasilitas hotel yang sangat memadai bak berada di kampung halaman sendiri. Area pemondokan ini dilengkapi kantin representatif dan deretan warung yang menjajakan ragam kuliner khas Nusantara.

Tersedianya makanan Indonesia sukses mengobati kerinduan lidah para tamu Allah di tengah padatnya rangkaian ibadah. Fasilitas penatu mandiri dengan jumlah mesin cuci yang berlimpah juga disiapkan agar jemaah tidak perlu antre berjam-jam.

Lihat video: PANTAU FASILITAS! Tim Amirul Hajj Resmi Tiba di Mekkah, Siap Awasi Ibadah Haji

Dahnil langsung menginstruksikan para petugas sektor untuk menjaga performa kelengkapan fasilitas tersebut secara berkala. Mesin cuci yang kedapatan rusak harus segera diperbaiki demi mempertahankan kenyamanan maksimal jemaah.

Selain urusan logistik dan akomodasi, kesiapan sektor kesehatan tak luput dari bidikan inspeksi Wamenhaj. Dahnil meninjau langsung operasional klinik kesehatan yang bersiaga di Tower 4.

Menjelang fase puncak ibadah haji di Armuzna, tenaga medis dilarang keras hanya duduk pasif menunggu pasien datang. Tenaga kesehatan diinstruksikan wajib bersikap proaktif melakukan metode jemput bola ke setiap kamar jemaah yang sakit.

Pada kesempatan yang sama, Dahnil juga memastikan kesetaraan pelayanan bagi seluruh tamu Allah tanpa adanya diskriminasi sedikit pun. Jemaah haji mandiri dipastikan mendapat perlakuan dan fasilitas yang sama dengan mereka yang berangkat melalui kelompok bimbingan.

Seluruh petugas haji dilarang membeda-bedakan status maupun afiliasi kelompok bimbingan jemaah saat bertugas di lapangan. Negara dipastikan hadir secara utuh untuk melayani dan melindungi seluruh jemaah Indonesia hingga kembali ke Tanah Air.

(cip)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |