IHSG Hari Ini Masih Tertekan di Level 7.153, Nilai Transaksi Cetak Rp1,2 Triliun

13 hours ago 10

loading...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.153 pada perdagangan Kamis (2/4/2026), seiring tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Foto/Dok

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dibuka melemah ke level 7.153 pada perdagangan Kamis (2/4/2026), seiring tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Sejak awal sesi, indeks bergerak di zona merah dengan rentang pergerakan antara level tertinggi 7.161,80 dan terendah 7.131,82.

Pelemahan ini mencerminkan tekanan jual yang cukup konsisten di pasar, meskipun sempat terjadi sedikit penguatan di akhir pergerakan intraday awal. Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melompat Tinggi 1,43 Persen ke Level 7.149, Transaksi Awal Rp889 M

Secara aktivitas, nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,229 triliun dengan volume 2,129 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 147,4 ribu kali. Dari sisi pergerakan saham ada sebanyak 295 saham tertekan, lebih banyak dibandingkan 227 saham yang menguat, sementara 436 saham stagnan.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berada di zona merah. Sektor perindustrian mencatat penurunan terdalam sebesar 1,7%, diikuti sektor barang baku 1,53%, teknologi 1,38%, dan infrastruktur 1,36% yang sama-sama terkoreksi. Sementara itu hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,17%, sedangkan sektor keuangan cenderung stagnan.

Tekanan di pasar juga terlihat dari aksi investor asing yang mencatatkan nilai jual lebih besar dibandingkan beli. Data pada penutupan sebelumnya investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp5,83 triliun berbanding aksi beli Rp5,66 triliun.

Baca Juga: Nilai Transaksi Melonjak Rp23,3 Triliun, IHSG Sepekan Pasca Libur Lebaran 2026 Naik Tipis

Sebaliknya investor domestik masih membukukan net buy dengan nilai pembelian Rp10,7 triliun, sedikit lebih tinggi dari penjualan Rp10,6 triliun. Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers, antara lain ALKA yang naik 22,07%, YPAS menguat 21,21 persen, dan NZIA naik 16,40%.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami tekanan terbesar (top losers) dipimpin oleh DATA yang turun 14,84%, diikuti FWCT (12,96%) dan ATAP (12,15%) yang sama-sama terkoreksi.

(akr)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |